30 Juli 2007


Kemarin, dengan riang gembira tralala, kami (gue dan pacar) menyusun rencana. Si pacar akan berenang di Cilandak Sport Centre, di belakang citos. Pada saat yang sama, gue akan ke Itje Her salon, salon khusus wanita di Cipete, ga jauh dari Citos. Setelah sang pacar mendapatkan kebugarannya dan gue memperjelas kecantikan , kami akan jajan-jajan di Citos.


Rencana tinggal rencana. Lokasi (yang tadinya adalah si salon) berubah menjadi gedung 3 lantai. Papan nama si salon masih terpasang, tapi ga ada tanda-tanda dimana salonnya berada. Gue patah hati. Sedih tiada tara. Niat mulia gue merawat diri hancur berantakan.

Ini kali kedua gue kecewa. Yang pertama dengan Salon Balqis, salon khusus wanita, tepat di depan Jakarta International School. Tempatnya pewe. Interiornya niat bener. Facialnya di lantai 2, satu kamar sendiri, dengan pintu kayu dan suara air gemericik. Harganya agak mahal sih. Tapi kalo didatangi cuma sebulan sekali sih masih terjangkau lah. Gue sudah seringkali lewat, tp baru sekali beneran masuk. Gue uda curiga dengan sustainability salon ini, secara pas gue dateng, cuma ada 1 pasien disana. Padahal itu kan wiken. Dan benerlah dugaanku. Dua bulan kemudian, ketika gue mau kembali lagi, si salon pewe nan sejuk itu sudah TUTUP

Gue patah hati. Sedih tiada tara.
Butuh 2 potong baju untuk mengobati luka hatiku (pembelaandiri.com). Tidak taukah kalian bahwa menemukan salon khusus wanita di daerah yang tidak jauh dari rumah gue itu susah? Gue kan butuh merawat diri. Masak kudu ke Depok, bernostalgia dengan kampus tercinta, baru bisa nemuin salon-salon khusus wanita berderet? Depok itu jauh jendral! Dan ketika sudah tidak dikejar oleh mata kuliah yang harus segera diselesaikan, naek Deborah non AC itu merupakan perjuangan yang sangat berat.

Dan sekarang si Itje Her juga demikian. Padahal gue kan baru sekali kesana. Dan facial totok kemaren lammmaaa bener. Lama perawatannya maksudnya. Muke gue dipijat pijat selama 1 jam lebih. Kan asyik numpang tidur
Si pacar mengingatkan, "mana lagi salon yang uda lo masuki? Harus kita cek tuh, sapa tau uda tutup juga". Huuu sial.

Kali ini, gue memutuskan untuk beli buku saja untuk mengisi waktuku menunggui si pacar maen air. Pengen beli ps. I Love You, tapi tidak menemukannya di Aksara, malah menemukan buku ini


Yup.. Lanjutan dari Princess ini. Dibeli sajalah. Belum selesai dibaca sih. Jadi ga bisa cerita isinya. Semoga setelah ini bete lagi, jadi bisa beli seri tearkhir dari triloginya, Princess Sultana's Circle

Oya, gambar dicomot dari sini


- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -