28 Agustus 2007

Jadi tiba-tiba gue dapet ide untuk mencari no telp, blog, mp, ato prenster nya seseorang yang gue kenal. Dan entah kenapa, gue pengen mencari info tentang mba Migi.

Migi itu adalah nama panggilannya. Nama lengkapnya (kalo ga salah ya) adalah Diah Ayudya Galawidya. Orang tua mba Migi ini adalah teman baik orang tua gue. Jadi pada zaman dahulu kala, pas gue masih SD gitu, kami sering dibawa main ke rumah mereka. Dulu di Pondok Labu, lalu pindah ke Cinere. Yang paling gue inget adalah, kamar mandi mereka yang pake bathtub. Dasar anak desa (baca: ndeso), gue dan adek gue demen banget berendem-rendem gitu. Kebetulan kalo main kesana pasti nonkrong seharian, jadi sorenya bs numpang mandi deh.

Mba Migi ini cantik sekali. Putih, kaya indo gituh. Waktu kecil rambutnya panjang, coklat. Versi dia sih warna rambutnya jelek, merah. Tapi versi gue warna coklat itu cocok ama wajahnya yang kaya bule itu. Dialah role model untuk definisi "CANTIK" versi gue ketika SD dan SMP dulu. Tante Cici, mamahnya yang kerja di rektorat UI adalah orang yang meyakinkan ibu gue bahwa UI keliatannya aja mahal, tapi celah untuk dapet keringanan dan beasiswa itu banyak. Mungkin karena beliau juga, ibu gue pasrah aja ketika gue dulu memilih UI daripada STAN (yang gratis itu).

Sampe kuliah pun gue masih sering ketemu. Dia di Teknik Sipil 99, gue masuk tahun berikutnya di Teknik Industri. Satu kampus, satu fakultas. Pas jamannya MABA dulu, gue pernah secara sembunyi-sembunyi dibelikan teh botol olehnya. "Jangan kasih liat yang lain, gue ga enak ama temen2 gue, gue kan harusnya galak ama kalian" katanya waktu itu. Ya deh mba, terima kasih teh botolnya. Asli deh, waktu itu dahaga gue serasa menemukan muaranya (busyet...bahasanya).

Eniwe, setelah lulus gue kehilangan kontaknya. No hpnya sepertinya tidak pernah minta. No telp rumahnya mungkin masih ada di buku telpon usang ibu gue (itupun kalo belum ganti). Tapi gue kok masih berasa gimannnaaaaa untuk nelpon ke rumahnya.

Jadilah gue mengandalkan internet untuk mencarinya. Taruh nama lengkapnya di search box, gue terbawa ke account multiply seseorang, tapi katanya "this blog entry no longer exist". Masukkan nama panggilannya ke search box, pilih pages from indonesia, nyampelah gue di web nya Sitta Karina. Disana dia sebut, migi adalah teman karibnya di SMA. Aduh..ini Migi yang sama ga ya? Tapi secara umur sih bisa cocok. Dengan kenekatan tinggi, gue kirimi email ke Sitta bertanya ini itu soal mba Migi ini. Gue longok juga prensternya (Sitta) tapi tiada kutemukan yang kucari.

Wait... login aja ya sekalian ke prenster, kali aja nemu. Nah, login lah gue ke prenster (di siang bolong, jam kerja, maafkan aku wahai bos besar).
Dan......ketemu! Horre!!!
Tadinya mau send message dulu, kasih pengantar gitu kalo-kalo dia lupa ama gue, tapi ternyata restricted gitu. Ya sud, add saja langsung. Semoga kau mengingatku wahai mba yang cantik.

Oya, setelah liat prenster nya Sitta, gue yakin Migi yang dia sebut itu adalah mba Migi yang gue cari. Karena dia dari SMU 70, sama dengan mba Migi. Well....kecuali ada lebih dari 1 Migi di SMA 70 periode itu ya (which I doubt).

Current status:
- menunggu balasan dari Sitta
- menunggu approval dari prenster

Update 11 Agustus 2008.

Email dari Sitta sudah datang beberapa minggu setelah saya kirim. Darinya, saya mendapat nomor handphone mbak Migi. Yang ternyata bener. Kami sudah sms-an dan teleponan. Meski sampai sekarang belum sempet ketemuan langsung, karena kesibukan *belaguuuu*.

Friendster nya diapprove. Dan mbak Migi membaca postingan ini. Aih...jadi maluu.

Dan sekian bulan setelahnya, ada yang memberikan alamat emailnya. Seseorang yang tidak meninggalkan nama, tapi minta dipanggil Nick. Hai Nick, makasih ya. Kamu pasti salah satu penggemarnya mbak Migi juga. Hayooo ngaku :D

2 Responses so far.

  1. Anonim says:

    coba deh kamu send ke:

    diah.galawidya@kangean-energy.com

    insha allah ketemu.

  2. Erma says:

    Makasih ya emailnya, saya uda konfirm ke mbak Miginya

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -