10 Agustus 2007

Jadi, sore ini gue menyurati J.Co dan Aksara untuk subject yang berbeda. Berikut surat untuk J.Co. Surat untuk Aksara dipostingan berikutnya.

From : Erma
To : hello@jcodonuts.com
Subject : jumlah donut vs jumlah dus

Hallo mas Johny, (refer to Johni Andrean dong *kepedean bakal dibaca dia langsung*)

Selamat, donut J.Co nya enak-enak. Favorit saya adalah glazzy, al capone, dan cheese me up.

Saya punya pertanyaan simple nih. Sesuai harga yang tertera di counter j.co, harga 1/2 lusin j.co assorted adalah 25 ribu, sedangkan harga 1 lusinnya adalah 45 ribu. Tentu saja, sesuai asas ekonomis, harga satuan donut akan lebih murah jika membeli 1 lusin donut daripada kalo membeli 1/2 lusin. Namun yang membuat saya tergelitik adalah, mengapa saya tidak diizinkan membeli 1 lusin donat namun di pak dalam 2 buah dus berukuran 1/2 lusin?

Jika harga yang anda cantumkan di counter itu adalah harga donut nya dan bukan dus nya, mengapa di kasir anda tidak meminta pegawai anda menghitung jumlah donut yang dibeli instead of jumlah dus yang digunakan?
Sampai saat ini, pembeli j.co saya lihat masih ramai, saya yakin margin keuntungan anda tidak akan berkurang banyak jika anda mengizinkan fleksibilitas pembungkusan ini kepada penikmat donut anda.

Mengapa saya minta diberikan 2 dus setengah lusin? Well, ukuran dus 1 lusin yang besar terasa sangat tidak menyusahkan ketika saya membawanya naik motor. Dan kadang-kadang, saya ingin memberikan 2 lusin donut kepada 4 penerima berbeda, sehingga tentunya saya membutuhkan dus terpisah. Saya yakin anda memperdulikan kenyamanan penikmat donut anda, baik ketika memakannya atau membawanya ke rumah untuk dinikmati anggota keluarga lainnya, sehingga komentar cepat, "bagaimana membawa j.co donut pulang adalah urusan anda, urusan kami selesai ketika kami menyerahkan donut tersebut kepada anda" tidak akan keluar sebagai respon anda.

Untuk alasan lingkungan kah? Well, saya setuju jika keadaan mendukung saya tentu memilih untuk menggunakan 1 dus yang besar daripada 2 dus kecil. Tapi seperti yang saya jelaskan sebelumnya, kadang keadaan kurang mendukung.

Hanya 5 ribu bedanya? Ya memang. Tapi seperti yang juga saya sebutkan diatas, mengapa anda tidak mengenakan harga sesuai jumlah donut yang dibeli instead of jumlah dus yang digunakan? After all, anda menjual donut bukan? Bukan dusnya. Dan saya tentunya membeli donut j.co, bukan dusnya.

Demikian untuk pertanyaan jumlah donut vs jumlah dus.

Masukan tambahan. Dulu ketika j.crown baru keluar, saya sempat mencoba salah satu variannya. Namun saya kecewa karena rasa roti nya tidak sama dengan yang biasa. Waktu itu berasa terlalu kenyal, mirip seperti karet. Sementara yang biasa saya rasa sudah pas keempukannya. Saya cukup kapok dengan j.crown sehingga saya tidak membeli j.crown lagi sejak itu. Stick pada donut yang bentuknya standar saja. Maka maafkan jika ternyata rasa j.crown yang sekarang sudah berubah.

Demikian, pertanyaan dan masukan saya kali ini.
Semoga bermanfaat untuk j.co

Sekian,
Erma Maghfiroh

Satu menit setelah dikirim, dapet email dari doraemon (baca: mailer daemon). Katanya
This message was created automatically by mail delivery software.

A message that you sent could not be delivered to one or more of its
recipients. This is a permanent error. The following address(es) failed:

desy@jcodonuts.com (ultimately generated from hello@jcodonuts.com)
No Such User Here

Tidak putus asa, gue smsi jco di +62815 8898 000. Bilang tentang doraemon ini dan minta email lainnya. Kring.... telpon berdering. Dari J.Co ternyata. Katanya sih emailnya uda dibales. Okeh. Mari kita refresh emailnya.
Ternyata ini jawabannya

From : hello@jcodonuts.com
To : Erma
Subject : Re: jumlah donut vs jumlah dus

Glazze Afternoon
Terimakasih atas kesetiaan Bapak / Ibu menjadi customer J.CO Donuts & Coffee

Menanggapi pertanyaan Bapak/Ibu mengenai mengapa kami belum bisa
melayani permintaan packing donat 1 lusin ke dalam 2 box, kami memohon
maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan yang Bapak/Ibu rasakan. Kami
informasikan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan quantity kontrol
yang kami jalani.

Jika memang hal ini menjadi kendala bagi Bapak/Ibu, kami akan
mempertimbangkannya dalam management kami. Terimakasih atas masukannya.

Besar harapan kami agar JCO Donuts & Coffee tetap menjadi tempat pilihan
Ibu dalam menikmati donuts & coffee
Terimakasih

Best Regards,
Indah
J.CO Donuts & Coffee
Jl. Meruya Selatan No. 68
Jakarta 11650

Ah..jawabannya ga memuaskan. Apa pula ituh quantity kontrol? Zaman kuliah dulu mah adanya Quality control. Lha ini? Lagian kalo mau kontrol jumlah donut, kan dikasir nyatetin semua jenis donut yang dibeli. Lalu mau kontrol jumlah dus nya juga gitu? Busyet....ini jualan donut apa jualan dus?
----
Update
Gue masih membalas email itu dengan

Bu Indah,

Terima kasih atas tanggapannya yang sangat cepat (btw, saya perempuan).

Sepertinya saya masih punya pertanyaan, tentang "quantity kontrol" yang ibu sebutkan. Quantity dari donut nya atau dus nya ya? Karena kalau tidak salah, struk belanja nya mencatat dengan rinci jenis donut apa saja yang dibeli, lengkap dengan jumlahnya. Tapi memang, tidak ada jumlah dus yang digunakannya.

Terima kasih.

yang kemudian dibalas dengan

Terima kasih atas perhatian Ibu terhadap kami, menjawab pertanyaan Ibu
kami ingin informasikan bahwa quantity kontrol yang dimaksud adalah
quantity donut yang dapat dilihat dari quantity box.

Demikian penjelasan dari kami, Untuk lebih jelasnya, dapatkah Anda
memberikan no telepon yang dapat dihubungi atau anda dapat menghubungi
hotline kami di 08158898000
Besar harapan kami agar JCO Donuts & Coffee tetap menjadi pilihan anda
dalam menikmati donuts & coffee

gue masih membalas dengan

Selamat siang bu Indah,

Saya bisa dihubungi di 0812 xxx xxxx. Jika berkenan menghubungi, mohon setelah jam 5 sore. Terima kasih.

Sampai disini gue masih merasa..."omg, masak sih dus nya juga kudu diitung. Please dong ahhh". Nah, besok sorenya, sang bu Indah ini menelpon (btw, suaranya lebih ramah daripada emailnya -menurut gue-), menjelaskan ulang apa yang sudah dijelaskannya lewat email, dan tak lupa mengulang permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ibu alami. Gue masih ga terima kalo beli 1lusin harus dipak dalam dus 1lusin. Gue kasih contoh lainnya dimana kita beli 1 lusin, makan di tempat, tapi ga abis. Let say...sisa 3 biji. Masak iya kita musti bawa itu dus gede yang kosong sih. Ga masuk akal.

Again, dia bilang, kami (jco tentunya, tidak termasuk gue) sedang memikirkan solusi yang paling mengenakkan untuk pelanggannya. Gue habis kata. Akhirnya hanya bisa berpesan, "ntar kalo uda bole minta dus yang kecilan, kabar-kabari saya ya mba".

3 Responses so far.

  1. phie2 says:

    Saya juga pernah mengalaminya mbak sekitar akhir 2014 kemarin, pengennya beli 1 lusin minta dipack pake kardus yang setengah lusin, tapi gak boleh. Kalo mau dus 1/2 lusin bayarnya kayak beli donat 1/2 lusinan 2. kecewa sih..
    tapi pengen nanya nih mbak, saya denger j-co belum punya sertifikat halal ya? cmiiw.. thank you..

  2. Kalau lihat di dus nya sih, memang belum ada SH nya

  3. heny says:

    trus, j.co nya halal ga sih? (kepo)

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -