01 Oktober 2007

Setelah diwarnai dengan krisis identitas kemaren itu, bubar sma saya akhirnya datang juga Sabtu lalu. Meski teman barengan saya membatalkan kedatangannya secara semena-mena dan memilih pergi dengan pacarnya di menit-menit terakhir, saya maju tak gentar datang ke sekolah yang menyimpan sejuta kenangan itu *hiperbolis*.

Jam 5 sore, jalanan depan rumah saya sudah macet total. Heran...pada mau kemana sih orang-orang sabtu sore begindang? Pada mau buka puasa semua ya??? Untungnya, jalur saya melawan arah kemacetan itu. Lagipula, kalaupun pahit-pahitnya saya harus jalan kaki, dalam 30 menit saya sudah bisa sampai di sma saya itu. Deket gitu loohh...

Sampai disana, gadis-gadis kelas saya sedang berkumpul di meja penagihan. Mereka menagih uang buka puasa peserta maksudnya. Ha ha hi hi disana sebentar, dan tak lupa foto-foto, kami lalu dipaksa beranjak ke masjid. Untuk berkumpul dengan teman-teman lainnya.

Sisa acaranya ya biasa-biasa saja. Makan es buah dan risoles untuk membatalkan puasa, solat maghrib berjamaah, lalu makan nasi. Diselingi dengan salaman sama kanan kiri sambil mengetes daya ingat, menyebut nama teman yang disalami. Wajah saya terbukti masih dikenali meski dulu ketika sma saya belum memakai jilbab. Ternyata saya cukup beken *kegeeran.com*. Becanda-becanda nya nyaris sama seperti dulu. Meski kini diwarnai dengan celaan gila, ga sopan dan kadang menusuk hati. Simak ucapan teman saya, "seneng ya bisa kumpul lagi disini, di tempat yang penuh kenangan. Bisa mengingat kembali, dulu disini tempat gandeng-gandengan tangan ama si anu. Eh...sekarang si anunya uda kawin ama si inu". Halah....dalemmmmmm.

Saya agak amaze juga ketika menyadari bahwa 3 pasang teman kami yang berpacaran sejak masa sma dulu, kini sudah menikah. Dua diantaranya sedang hamil. Wah...kata siapa sma itu isinya cinta monyet doang? Tentu..yang monyet-monyetan juga banyak (baca: yang tidak berhasil mempertahankan kebersamaannya sampai saat ini, errr....saya juga termasuk didalamnya berarti). Eh, ada si mantan juga. Dengan istrinya *patahhati.com*. Dia bilang saya sombong karena tidak sekalipun saya menegurnya. He??? Lo yakin mau saya
tegur, salaman dengan istri dan bilang, "saya mantan pacarnya tempo dulu". Bisa sinetron deh. Hahaha.

Menurut laporan para panitia sih, acara kemaren itu dihadiri oleh 102 orang. Terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jumlah total angkatan kami yang mencapai 300an orang. Tapi buat saya, ini jumlah yang sudah cukup besar karena tahun lalu hanya sekitar 20an orang yang datang.

Eniwe...tengkiyu ya pren... Sudah berpayah-payah menyediakan waktu untuk mengumpulkan kita semua di sekolah penuh kenangan itu.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -