01 November 2007

Peringatan:
Postingan ini akan terbaca seperti upaya menyombongkan diri, belagu, sok, dan kawan-kawan sebangsanya. Tapi sesungguh sungguhnya, tiadalah maksud dihati untuk menyombongkan diri. Lagipula, siapalah saya ini?

Apa anda tau apa bedanya antara punya uang (lebih) dan tidak?

Buat saya, perbedaan signifikannya adalah, ketika saya melangkah ke toko buku.

Dahulu, pergi ke Gramedia, berarti menghabiskan sebanyak mungkin waktu untuk membaca buku yang tidak tersegel. Gramedia di masa lalu tidak memiliki tempat duduk yang nyaman. Well sekarang juga tempat duduknya tidak nyaman, tapi at least ADA tempat duduk kan. Dulu bahkan ada tulisan, dilarang duduk di lantai. Maksudnya, kalo mau numpang baca, berdiri ajah, kalo capek ya jongkok ajah, kalo masih capek mau duduk, ya beli bukunya trus baca di rumah sono gih, mungkin gitu kata sang penggede Gramedia ya.

Dahulu, masuk ke Aksara atau QB berarti saya mau numpang baca buku-buku impor dan duduk manis di sofa empuk QB atau kursi nya Aksara Kemang sampai urat malu saya putus dan sadar diri untuk segera meninggalkan tempat itu.

Dahulu, buku yang saya baca adalah buku yang teman saya baca. Artinya, saya gak ikut beli. Saya numpang baca aja. Jadilah, kalo ke rumah temen yang sudah cukup dekat (baca: sudah bisa dipaksa minjemin buku), saya akan melangkah ke rak bukunya dan menunjuk buku-buku miliknya yang saya belum pernah baca. Lalu meminjamnya dengan penuh hormat dan paksaan kalo perlu.

Sekarang, pergi ke Gramedia berarti saya sedang pengen memanjakan diri dengan bacaan-bacaan ringan dan ga bikin kening mengerut. Jumlah buku yang akan saya tenteng melewati kasir akan sangat tergantung tingkat kebahagiaan hati saya waktu itu. Kalo saya sedang happy dan waras, maksimal 2 buku yang saya tenteng. Kalo saya lagi bete, kesal, sedih, galau, pengen marah-marah ama orang, pengen nampar orang, pengen nabok orang, saya bisa menenteng 4-5 buku.

Sekarang, masuk ke QB atau Aksara berarti saya sedang ingin menghadiahi diri saya dengan bacaan yang agak mahal. Atau sedang putus asa dengan kemampuan bahasa inggris yang masih busuk dan berniat belajar bahasa inggris dengan metode yang menyenangkan (baca: sambil baca buku bahasa inggris).

Sekarang, buku yang saya baca adalah buku yang memang saya ingin baca, dan sudah saya bayar di kasir toko-toko buku itu. Pinjem punya temen? Masih sih.... Gretong getho looohhh. Bedanya adalah, sekarang saya sudah tidak seantusias dulu dalam menjarah rak buku mereka.

Saya baru tau, menyenangkan sekali ya berkunjung ke toko buku, and knowing that you can afford to pay books that you like. Take time to go around, and take those you like, and bring it home. You know, its like heaven !

3 Responses so far.

  1. iyra says:

    hua..ha..ha..sama..sama..akur..akur....

  2. Erma says:

    Senangnya punya teman senasib, hehehe

  3. wpurtini says:

    congrats... you've been there! I'll catch you insyaAllah

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -