27 Maret 2008

Ia adalah temanku. Teman baikku. Kami bertemu di tahun 1988. Aku masih kelas 1 SD waktu itu. Enam tahun bersama di SD membuat orangtuaku mengenal orangtuanya. Tubuhnya langsing. Meski makannya buanyak.

Lulus SD, kami masuk di SMP yang sama. Tidak lagi sekelas memang. Tapi ia tetap jadi teman baikku. Ia lah yang memperkenalkanku dengan berbagai mall yang bertebaran di daerah selatan Jakarta. Masa itu, Citos belumlah dibuka. Blok M Plaza, Pondok Indah Mall, Blok M Mall, dan last but least, mall favorit kita semua, Bintaro Plaza. Hampir tiap bulan ia mengajakku ke mall. Membeli hadiah ulang tahun, ujarnya. Di masa itu, hari ulang tahun adalah hari bertabur hadiah. Meski tidak ada perayaan, tidak ada pesta, namun teman-teman terdekat biasanya akan datang dan memberikan hadiah. Senangnya....

Ia suka sekali dengan warna Pink. Merah muda. Sebagian besar bajunya berwarna pink. Tapi ia tahu, aku suka warna biru. Suatu hari, kami membuat kalung tali kembar. Berwarna biru dan pink. Yang biru muda dipakai olehnya. Dan yang pink dipakai olehku. Supaya kami selalu teringat satu sama lainnya.

Lulus SMP, kami berpisah haluan. Aku memilih SMA 47, dia memilih SMA 29. tapi kami terus berkomunikasi. Tak jarang dia datang mengajak saya ke mall untuk kegiatan favoritnya “mencari kado”. Dialah tamengku di masa pacaran dulu. Aku akan dengan tenangnya bilang “pergi sama si Mia” pada orang tua, meski aslinya saya akan pergi sama si pacar. Ah..pacaran kan tidak ada dalam kamus ibuku.

Lulus SMA, kami masih berbeda haluan. Ia memilih (atau dipilihkan oleh orangtuanya?) untuk menjadi perawat. Aku memilih jadi anak Teknik. Orang tua si Pinky membawanya pindah rumah. Tidak terlalu jauh memang. Hanya saja aku perlu naik bis 2 kali untuk mencapai rumahnya. Padahal awalnya aku hanya perlu berjalan 10 menit saja.

Minimal 3 kali setahun kami bertemu. Idul Fitri. Ulang tahunnya pada 18 Mei. Dan ulang tahunku di 23 Desember. Dan ia masih setia memberikan saya kado. Manisnya... Jam dinding merah muda darinya masih menyala dan menggantung di dinding kamaku setelah 10 tahun lamanya. Setiap melihat jam, aku akan teringat padanya

Ia punya pacar. Aku pun punya pacar.
Ia akhirnya menikah dengan pacarnya. Aku akhirnya putus dengan pacarku.
Ia melahirkan putrinya yang cantik. Aku datang dengan si pacar.

Malam itu, handphone ku berdering.

Ma pa kbr?
Aduh kangen nin mau ketemuan tapi guenya sibuk belum sempet.
Sms2 gw dong biar gw tau kabar lo

Ah Mia. Bukan salahmu kalau kamu belum sempat ketemu denganku. Itu salahku yang tidak mampu meluangkan waktu untuk mendatangi rumahmu. Yang faktanya hanya berjarak sekian ratus meter dari kantor ku selama 15 bulan ini. Sok sibuk memang diriku ini. Maafkan aku.

Ayo kita ketemu...

*Untuk si Pinky, Mia Amelia*

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -