23 Mei 2008

Siang itu, tidak seperti biasanya, saya ada di atas metro mini. Sampai di stasiun kebayoran lama, bis saya berhenti. Biasa, ngetem nunggu penumpang, pikir saya.

Ternyata ada seorang pria muda menggendong anak kecil. Naik dari pintu depan. Tepat di sebelah kiri pandangan saya. Tanpa diduga, si pria mendudukkan si anak kecil di lantai bus. Lalu dia menghilang. Si anak kecil lalu mengesot dari depan. It happened to be, si anak ini tangan kanannya hanya sampai bahu. Dan kakinya, ah saya tidak sempat mencuri pandang. Merinding sudah tubuh ini. Anak itu paling berusia 3 tahun. Badannya montok. Mukanya cakep. Memang penampilannya dekil. Khas anak jalanan. But still... he is still sooo young.

Saya tahu, berapapun yang saya berikan padanya hari itu tidak akan membuat dia bersekolah hingga tamat, atau menambah keahliannya supaya kelak dia tidak perlu terus mengesot.

Tapi saya, butuh untuk mengingatkan diri sendiri.

Bahwa saya
harus melakukan sesuatu
agar tidak menjadi orang yang hidupnya tidak berarti
berlalu begitu saja
mungkin belum saat ini
mungkin nanti
namun saya harus terus diingati.

2 Responses so far.

  1. Tuh kan...selalu bagus..

    tulisan model begini emang makanan elo... (spesialis menulis suram, hehe)

  2. Erma says:

    diversifikasi ah

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -