16 Juli 2008

Suatu malam di Metro mini,

Yuli : Kerjanya dimana mbak?
Saya : Di GTZ. Yuli?
Y : Di BII mbak.

Dan mulailah ia bercerita. Ia baru mulai bekerja 1 bulan lalu. Di BII, benar. Tapi seperti jutaan orang yang lainnya, dia masuk lewat outsourcing. Ososing, kalo kata si madame. Jadi data entry. Kantornya di Mangga Dua. Rumahnya di Bintaro. Tetangga saya. Pintu rumahnya hanya 5 meter dari pintu rumah saya. Berangkat jam 6.30. Dan tiba dirumah lagi jam 9.30. Setiap hari. Senin-jumat. Percobaan dulu 2 bulan. Kalo bagus, terus. Kalo jelek, putus. Kontraknya.

Sebelum di Bank itu, dia juga pernah di Call Center suatu perusahaan telekomunikasi terkenal yang berlokasi di Daan Mogot. Percobaan juga. Dan dia jatuh sakit di pertengahan bulan ke dua. Gejala tipes. Rangkaian tes pun terlewatkan. Dan dia gugur. Oh dan btw, dia belum digaji selama 1,5 bulan itu.

Belum sempet wisuda mbak, tambahnya. Sudah lulus, sudah dapet ijazah dan transkrip. Tapi pas wisuda tahun lalu, terlalu mepet dengan sidang skripsinya. Tidak sempat mengurusi semua administrasinya. Mungkin ikut tahun ini, kalo ada. Dan kalo uangnya ada.

Ah... saya sepertinya ketinggalan trend 'outsourcing' ini. Belum pernah nyobain. Katanya sih mereka suka semena-mena gini ngasih percobaan. Gaji jelas dibawah gaji resmi dari perusahaan ybs. Kontrak diakalin. Hingga muncul istilah 'kontrak sepanjang masa'. "Sekarang, semua lewat outsourcing", ujar seorang ibu.

Kalau sudah dengar begini, apa masih pantas kalo saya mengeluh kalo jalanan macet? Toh absen saya gak akan merah meski saya datang jam 10. Apa pantas saya mengeluh gak dapet gaji berjuta juta? Toh yang sekarang saja sudah bikin 59. Apa pantas saya mengeluh jalanan macet, pulang malem? Toh biasanya perut juga sudah kenyang.

Ini dilema saya.
Saya tau, menunduk kadang ada gunanya. Membuat kita tidak lupa bersyukur dengan apa yang kita punya. Tapi saya gak mau jadi orang yang 'seadanya'.
Saya juga tau, menengadah kadang ada gunanya. Membuat kita makin semangat meletakkan setinggi-tingginya cita-cita. Namun saya gak mau juga jadi orang yang pongah.

Jadi,
gimana?

8 Responses so far.

  1. so... yang 0,59 kwintal itu berkaitan dengan kenaikan gaji 25%..?

  2. Erma says:

    Saya tidak melihat ada relasi antara kalimat anda

  3. tyas says:

    yah begitulah
    gue pernah kerja di outsourcing BNI.
    coba tebak berapa gajinya?
    1 juta rupiah saja. kerja dari jam 7 pagi sampe jam 8 malem
    udah termasuk paket omelan dari atasan loh.

  4. Erma says:

    dan selama ini saya terus melihat ke atas

  5. tyas says:

    ah kamu melihat saya terus dong
    *tersipu2 malu*

  6. bijak mode ON

    menunduk itu perlu untuk meredamkan kesombongan dalam hati kita..
    mendongak itu perlu untuk menyemangatkan kita agar terus berusaha...

  7. Erma says:

    sedang (sok) bijaksana tho

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -