07 Juli 2008

Itu, kata Sir Richard Branson, sang pemilik Virgin Record, dan Necker island yang membuat saya termehe-mehe (Necker island nya bukan Richard Branson nya). Saya gak tau berapa lama si pacar mengenal Om Branson ini, karena saya baru beberapa minggu tau orang ini, tapi sepertinya aliran 'money is to make things happen' juga dipake ama dia.

Uang ada untuk dipakai, kata dia. No wonder uangnya DIPAKAI terus. Nyaris tak bersisa.

Saya, in the other side. Uang itu untuk diirit-irit. Disimpan. Ditabung. Jangan dihambur hambur. Jangan jor-joran. Dan itulah yang saya lakukan. Hingga beberapa waktu lalu.

Ketika akhirnya saya mendapati, bahwa berdiri di rak pendingin Giant, memilih 'Daging dada ayam' yang harganya lebih mahal daripada 'daging dada ayam giling'. Padahal dahulu, yang paling murah adalah yang saya pilih. Mengambil Attack Easy hanya karena ada tulisan '10 tangan' (dan lagi-lagi bukan merek yang paling murah). Dan mengangkut buku di toko buku semata karena hati sedang kesal dan butuh obat penawar, bukan memeriksa rak buku teman untuk tahu buku baru apa yang ia miliki (supaya bisa saya pinjam). And, it feels FUN.

Benar-benar menyenangkan, memilih sesuatu karena itu yang kita SUKA, dan bukan karena itu yang paling murah. Rasanya menjadi saat 'pembalasan dendam'.

Tidak, saya belum jadi konsumtif kok. Masih. Saya masih mampu menahan diri untuk tidak hambur-hamburkan uang. Masih. Masih bisa nabung kok.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -