21 Agustus 2008

Nama lengkapnya adalah Paulina Andriana. Nama Maya adalah nama panggilannya dalam dunia per-radio-an. Ah...saya gak tau istilah benernya. Tapi radio yang bisa terhubung dengan radio lain dan bisa berbincang dengan pengguna lainnya itu lho. Anyway, kami mengenalnya dengan panggilan Tante Maya. Ia menikahi Lek Anam, paman kami. Choirul Anam *somehow saya merasa nama ini cukup banyak digunakan oleh orang Jawa Timur, entah kenapa* a.k.a Lek Anam adalah adik bapak saya. Dan ketika mereka menikah, jadilah Paulina Andriana a.k.a Maya, menjadi Tante Maya untuk kami.

Tante Maya kami ini keturunan Cina. Jadi dia mewarnai keluarga kami yang tadinya "berwarna" coklat semua *if you know what I mean*. Dia baikk banget. Kalo keluarga saya datang kesana, berbagai makanan terhidang di mejanya. Menempel dengan rumahnya, ada toko. Menjual aneka ragam mulai mainan anak-anak, seragam sekolah, jam tangan, dll. Saya dan adik saya senang sekali mengelilingi tokonya. Dan menunjuk ini itu, memandang penuh minat, berharap bakal dikasih, hahahaha. Tapi biasanya ibu saya akan melotot. Tante Maya pun gak pernah ngasih barang dari tokonya. Dia biasanya bilang, "kamu mau apa? ntar kita beli di matahari aja, yang ini gak bagus". Ehm... agak aneh ya, pemilik toko yang bilang barangnya sendiri gak bagus.

Toko Tante Maya ini kena imbas Lumpur Lapindo juga. Benar, saudara-saudara saya memang tinggal di Porong. Tidak "kena" lumpurnya memang. Hanya dampak sekundernya yang terasa. Jalanan lebih sepi. Pemasukan warga berkurang. Yang belanja di toko pun berkurang.

Banyak cerita lucu dari Tante ini. Seperti misalnya, Lek Anam saya, suaminya itu, yang pola hidupnya (dari dulu) ngalong. Tidur di siang hari dan bangun (dan berkeliaran) di malam hari, yang burung dara dan ayamnya seabrek abrek. Dan dipindahkan dari rumah Kakek Nenek saya ke rumah sang istri ini. Membuat Bulek saya tersenyum sementara Tante Maya meringis. Hihihi.

Pagi ini, saya dapat sms dari sepupu saya. Yang tinggal di Porong sana. Mengabarkan bahwa Tante Maya kami, meninggal dunia kemarin. Akan dimakamkan pagi ini.

Ah...
umur manusia, tidak ada yang pernah tahu.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuuun.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.

3 Responses so far.

  1. Turut Berduka Cita ya...

    Btw kamu kapan ke surabaya? mampir ke rumah ya..

  2. Erma says:

    Iyah, makasih mbak.
    Nanti kalo mudik, insyaallah main kesana mbak.

  3. iyra says:

    touching..touching..hiks..hiks....turut berduka cita ya...

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -