05 September 2008

Saya ini penyuka hal-hal yang instan. Terutama untuk hal-hal yang tidak saya kuasai. Memasak, for example. Indomie akan jadi pahlawan. Bumbu masak instan, adalah pahlawan lainnya. Adonan agar-agar dan puding instan juga. Tahun lalu saya bahkan mengklaim pada adik, "saya bisa menghasilkan masakan apapun yang ada bumbu instannya".

Sayangnya, ada kalanya ini saya pakai juga pada urusan pekerjaan. Saya suka mengerjakan segala sesuatu nya mepet-mepet. Seperti urusan simulation & drills ini. Ketika deadline masih jauh, saya terlena dengan kepercayaan diri bahwa referensi akan bertebaran di dunia maya. Dalam jentikan jari, saya bisa tertimbun bahan bacaan. Mood menulis, akan datang dengan mudah. Peace a of cake, ujar saya meremehkan. Hingga waktunya tiba.

Indeed memang referensi banyak. Tapi yang mampu memuaskan saya tidak terlalu banyak. Perlu buka tutup website puluhan kali. Gonta ganti keyword beberapa kali. Download berbanyak kali. Dan itu, baru di bagian researching. Yang saya fikir bisa saya lakukan selama 2 bulan as non priority activity.

Saya mendapatkan bahan (dan kebingungan) dalam 2 hari, yang jauh lebih banyak daripada yang yang saya hasilkan 1,5 bulan. Tergantung mood? Ah, saya gak pake pake mood. Angka-angka di kalender membuat saya bisa langsung bermusuhan dengan mood.

Dan saya mendapati nikmatnya tenggelam dalam banyak bacaaan (yang ujungnya menjustifikasi hpotesa sok tau saya di awal). Andai saja waktunya lebih banyak. Pasti lebih bagus. Pasti lebih lengkap. Pasti lebih bermanfaat.

Ih, jangan berandai-andai. Yang memutuskan untuk menunda-nunda kegiatan ini, siapa?
Yang memutuskan untuk terpaku di 'bacaann' tipe lainnya, siapa?
Yang sok kepedean dengan kalender, siapa?

Dokumen yang saya kerjakan ini, kelak bisa saya klaim sebagai hasil kerja saya. Dengan dampingan banyak pihak memang. Tapi saya yang bikin draft nya, saya yang ngumpulin bahannya, saya yang (kelak) akan merevisinya.

Ini
tidak boleh
jadi produk instan lainnya.

4 Responses so far.

  1. Erma says:

    Erma for president!

  2. ekalong says:

    (bacanya waktu istirahat siang ya.. jd ga ngorup jam kerja =)

    I can't help myself correcting this: "Peace a cake".
    It should be "(it's) a piece of cake", Sis! ;-)

  3. Erma says:

    terima kasih koreksinya. Dibenerin deh :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -