24 September 2008

Alkisah, tersebutlah sebuah laci. Letaknya tepat di samping kiri kursi saya. Digunakan untuk menyimpan harta kantor saya. Setiap pulang, saya kunci. Kuncinya saya taruh di gelas di meja, tertimbun oleh staples, pulpen, stabilo, dan alat tulis lainnya.

Selasa, saya datang ke kantor jam setengah tiga. Habis ada rapat di luar. Membuka laci teratas untuk menaruh HP, jam tangan, dan kacamata. Dan ternyata, ada srikaya disana. Tampak seperti terbuat dari gabus. Karena ternyata ketika saya mau angkat, kulit nya sih udah berubah jadi bubuk, kayak bedak gitu.

Bingung sebentar. Lalu langsung telepon si bos. Beliau kan duduknya di samping saya. Dan mungkin saja kemarin (seninnya saya 'kerja di rumah') beliau yang menyimpan harta karun itu. Eh ternyata bukan. Misteri oh misteri. Temen-temen kantor juga gak ada yang ninggalin srikaya di laci. Ih, jadi agak serem.

Ajaib.
Jumat sore saya kunci, dan seingat saya, tidak ada scene meninggalkan srikaya di laci yang saya lakukan. Itu, karena saya yakin saya belum lupa ingatan.
Senin, saya gak masuk.
Selasa, sudah ada srikaya di laci.

Siapa dan bagaimana itu srikaya bisa ada di laci saya?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -