26 Oktober 2008

Sore kemarin saya dan seorang teman nunggu di trotoar lampu merah Jl. A Yani Jogja. Menanti Jogja Java Carnaval. Jam 4.30 sore sudah nangkring pas di trotoar. Acara dijadwalkan mulai jam 6.00. Mulai jam 5, orang mulai banyak. Jalanan belum ditutup dari kendaraan. Gerombolan manusialah yang akhirnya menyempitkan jalan dan akhirnya jalan ditutup jam 6 lewat. *lha padahal katanya acara mau dimulai jam 6*.

Setelah jalan ditutup, manusia manusia makin ke arah tengah jalan. Penuhhhh.

Jam 6.30 ada suara mas mas, "bapak-bapak ibu-ibu yang ada di jalan, mohon bergeser. Jalan harus dikosongkan. Kendaraan karnaval akan sepanjang 5 meter. Gak ada yang bergeser. Beberapa kalimat diulang dengan berbagai intonasi *yang lembek, menurut saya*. Hanya sedikit orang yang akhirnya bergeser. Sangat sedikit. Sementara itu di trotoar juga sudah penuh. On.... and on... and on.... dan gak ada perubahan signifikan

Lalu muncul suara mbak mbak, mirip sama dengan kalimat mas-mas tadi. Tapi pake "kalau jalan belum kosong, karnaval tidak bisa dimulai". Intonasi nya mulai penuh semangat. Errrr....semangat ngusir kayaknya. Diulang. Diulang. Diulang. Dan masih belum ada perubahan signifikan.

Jam 7. Gak ada perubahan berarti.

Panitia berusaha menggeser orang di jalan dengan meminta mereka mundur 3 langkah. Yang disambut dengan sorakan protes dari orang-orang yang sudah ada di trotoar *termasuk saya dan teman*. Dodol... gue udah bener di trotoar dari tadi, malah suruh mundur. Panitia dodollllll.

Btw, panitia pengaman nya 'hanya' berupa sekumpulan pria muda (tidak kekar) berseragam kaos putih dan pria pria (tidak muda tapi agak kekar) pake seragam mirip Satpol PP. None of them berani meminta dengan tegas orang-orang yang ada di jalan untuk bergeser ke Utara. Saya dan teman mulai putus asa. Tak ada tanda-tanda akan ada perubahan di badan jalan. Either panitia bohong sehingga kendaraan karnaval masih bisa lewat meski badan jalan gak kosong, atau acara karnaval tidak akan dimulai hingga larut malam, ketika jalan sudah sepi.

Jam 7.30.
Kaki saya dan teman sudah pegal akibat kombinasi berdiri dalam waktu lama dan duduk dalam waktu lama. Ditambah dengan manusia lalu lalang beraroma aneka rupa. Gak ada udara segar. Gak keliatan apa-apa, karena orang di depan sudah banyak. DAN GAK ADA BIG SCREEN. Lah jadi menurut panitia, gimana ya caranya kita bisa LIHAT karnaval?

Dan akhirnya kami menyerah. Dan memutuskan balik arah. Naek becak dan makan di Mall saja. Pizza Hut pun jadi pelampiasan. Pesanan yang datang dalam waktu 15 menit dihabiskan dalam waktu 10 menit. Laperrrrrr

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -