05 Oktober 2008

Baiklah
mungkin saya ini gak ngerti sastra
gak ngerti tulisan bagus
karena saya merasa, fiksi nya rectoverso, biasa aja

Membaca review berbunga-bunga di blog nya dee, membuat saya penasaran dengan isi bukunya. Si pacar penasaran dengan isi lagunya. Kolaborasi antara uang dia dan atm saya *fakta ini sumpah tidak penting* menghadirkan paket Rectoverso Special Edition jumat sebelum libur lebaran minggu lalu di tangan saya.

Cerita tentang pria naksir wanita, tapi wanita nya naksir orang lain, kan sudah biasa, meski dilapisi dengan keterbelakangan mental, 'orang lain' yang ternyata adiknya si 'pria', dan bujukan ibunda yang bilang bahwa si 'pria' lebih baik daripada si 'orang lain', juga udah biasa kan?

Atau cerita tentang persahabatan pria-wanita, dimana sang wanita curhat tentang pria lain yang tidak kunjung memberikan 'cinta' seperti yang diharapkannya, padahal si pria sahabatnya ini cinta mati pada sang wanita, itu juga biasa kan?

Tapi lagunya.... nah kalo lagu dan musiknya, saya suka banget.
Mungkin karena sudah lama gak denger dee menyanyi.
Mungkin saya takjub dengan style orchestra yang dipakai.
Mungkin juga saya emang demen ama suara yang bening-bening seperti yang ada di CD rectoverso ini.
Kalo ketemu lagu yang pas dengan suasana hati, dijamin orang-orang yang sealiran dengan saya (lha... emang ada ya?!), bisa berderai derai air mata deh.

Baiklah, akan saya baca sekali lagi bukunya. Supaya saya bisa ikutan terbuai seperti Larasati :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -