22 November 2008

Saya jarang menghabiskan malam (baca: menginap) di rumah orang lain. Ada masalah privacy dan kebiasaan yang mengganjal. Terbiasa tinggal berdua dengan adik saya, kami (saya dan adik) terbiasa untuk bangun seenak nya. Kemudian tidur lagi. Atau menyalakan TV. Lalu tidur-tiduran. Atau malah tidur beneran.


Boro-boro bersih-bersih rumah sebelum pergi, merapikan tempat tidur sehabis bangun pagi siang, lha wong seringnya badan ini nyaris jarang beranjak dari tempat tidur. Agak susah ngasih gambarannya. Yang uda pernah maen ke rumah saya akan lebih mudah mengerti.

Kebiasaan macam ini tentunya akan mencoreng nama baik dan kredibilitas saya sebagai wanita cantik mempesona dan pintar merawat diri *ditimpuk massa* ketika ditunjukkan pada orang lain. Kalau menginap di hotel (karena urusan pekerjaan) kan laen ceritanya. Kamar bisa ditinggalkan seperti kapal pecah ketika berangkat dan sim salabim..... pada saat kembali ke kamar di sore (atau malam) harinya, kamar sudah rapi kembali. Oh andai saya bisa punya house service di rumah *daydreaming*.

Hari ini, di rumah seorang teman, saya mendapati beberapa keasyikan yang selama ini luput dari saya. Bangun pagi dan DUDUK menonton TV. Menjauhi tempat tidur dengan jarak sekitar 5 meter. Membuka pintu dan didatangi angin pagi-agak-kesiangan (jam 7.30 gitu loooh). Menanti matahari pagi yang tidak kunjung muncul karena mendung. Ngebrowse, ngemail, ngeplurk, sambil DUDUK, away dari kasur.

Huhuhu...
pengen ngerapiin rumah...
kapan ya...

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -