30 Desember 2008

Saya bukan orang yang suka membuat catatan akhir tahun. Seperti si pacar pernah bilang, saya sepertinya tergolong orang yang tidak pernah look back and analyze. I just hold on the moment, and then let go.

Jadi, ini step pertama pengembangan diri saya. I look back. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa menganalisa. Be patient with me OK?!

PEKERJAAN
Tahun ini, saya 'meluluskan' diri dari sebuah INGO yang 16 bulan sebelumnya memikat saya dengan kegantengan naudzubillah si bos, tawaran gaji yang bikin bengong (sesaat) dan peningkatan kasta dari pekerjaan sebelumnya. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama disana yang akhirnya mengukuhkan hati saya untuk melangkah pergi ketika kontrak berakhir. It was a bit sad, but I survive.

Kantor inilah yang jadi pengalaman pertama saya bekerja 'tetap'. Saya bekerja 16 bulan disana. 31 Maret, akhirnya saya say goodbye. Sempat berniat istirahat dulu, tapi ternyata tempat lama meminta untuk dibantu. I came back. To the same place, same project, same boss(es) that I have left 16 months earlier.

Saya jadi belajar lagi. Belajar mengurangi 'kenyamanan' finansial karena saya mengizinkan penurunan gaji. Menjelang akhir masa bakti (31 des 2008), seorang teman baik secara tidak sengaja tidak terduga nyaris membawa saya masuk ke tim nya. Ke kantornya. Sama-sama berkepala 'German' tapi buntutnya beda. Saya akhirnya memutuskan untuk bertahan di tempat. Memperpanjang kontrak 1 tahun lagi. Alhamdulillah, gaji nya sudah naik, lebih dari nilai yang saya tinggalkan di INGO itu.

Seorang teman pernah mempertanyakan kenapa saya betah sekali kerja dengan sistem kontrak. Kenapa gak cari yang permanen?, tanyanya. Well, buat saya, sampai saat ini belum ada tempat/pekerjaan dimana saya ingin spend my whole life working to. So, buat apa protes dengan kontrak?

Jadi, tahun 2009 saya masih akan berkantor di tempat tinggi ini. Mungkin masih melakukan beberapa perjalanan ke daerah percontohan proyek.

Setelah ini saya terpikir untuk masuk private sector. Bukan untuk 'mengamalkan' ilmu keinsiyuran yang diperoleh dengan keringat dan air mata itu. Tapi untuk masuk ke departemen CSR nya perush-perush itu. Rasanya pasti beda. Dan saya mau tau perbedaannya.

Pelajaran hidup yang saya dapat dari episode ini:
It is OK to step back a little. Hidup tidak harus selalu berjalan ke depan. Mundur kebelakang 1 langkah, untuk kemudian melangkah maju 5 langkah, itu tidak apa-apa.

Sebenarnya saya masih berniat untuk menulis aspek kehidupan lainnya, tapi isu PEKERJAAN aja udah panjang begini. Bersambung aja ya.

2 Responses so far.

  1. iyra says:

    jadi klo ga bikin resolusi ga berkembang ya..hihihi...

    gw juga ga pernah bikin ma..

  2. Erma says:

    Kalo gak menganalisa Ra... :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -