01 Desember 2008

Penantian airport kali ini membawa hikmah :

  • Memakai jaket putih (atau krem???) adalah pilihan yang sangat tepat. Ada seabrek orang memakai jaket hitam. Yang pria dengan jaket. Yang wanita biasanya dengan blazer.
  • Sepertinya saya perlu merubah urutan peletakan harta benda barang bawaan di detector. Selama ini urutannya adalah : koper - tas laptop - tas tangan. Ini sih lebih ke arah prioritas harta. Koper agak aman dibiarkan tiba duluan di ujung, kan uda di kunci. Laptop agak gak aman karena harta kantor, tapi tas tangan ini lah yang berharga. Karena disinilah semua kebutuhan saya berada. Urutan ini agak merepotkan kalau saya tidak pakai trolley. Karena ketika saya mengangkat koper (yang 24 inch itu), tubuh saya masih digelanduli dua tas. Laen kali akan saya coba untuk menggunakan urutan ini : tas laptop - tas tangan - koper.
  • Jangan ragu minta window seat. What the heck lah dengan class tiket mu. Pasang senyum yang manis dan bilang, "window seat ya mas kalau bisa".
  • GFF? Hm... tawaran lounge, mileage reward, dsb nya sih menggoda. Tapi berhubung terbang-terbangnya saya dengan Garuda adalah dalam rangka menunaikan tugas suci mencari nafkah, jadi kantor saya tercinta itu merasa perlu mencatat (dan mungkin menagih) point yang sudah didapat. Keluh kesah mbak mbak admin itu sih bilang merepotkan benerrr. Let see dulu. Kalau terus di GTZ, mungkiiiin saya akan bikin. Katanya ada executive lounge. Bisa numpang nunggu dan sarapan disana, hehehehe. Kalo sarapan, masak mau ditagih ama kantor sih.
  • Ketika memesan taxi untuk datang pagi-buta-tapi-tetangga-biasanya-uda-bangun, jangan lupa untuk setor muka ke mas taxi nya. Kalau enggak, anda (lah ... saya kaleeee) berpotensi untuk digedor-gedor ama tetangga-namun-agak-berlebihan-sehingga-agak-menganggu. Oh, dan btw, supir blue bird biasanya mulai keluar dari pool jam 5 pagi. Jadi kalau anda pesan untuk jam 5.30, besar kemungkinan sang taxi akan sudah muncul di depan rumah anda jam 5.05. Well, rumah saya deket ama pool nya soalnya.
  • Dan terakhir, kalau anda masih mengantuk dan enggan minum kopi yang warnanya kaya aspal dan pengen memejamkan mata sambil menunggu, akan lebih baik jika anda sudah di gate yang ditentukan dan 'memejamkan mata' disana. At least mas mas dan mbak mbak disana akan bisa membangunkan anda kalau anda kebablasan, hehehe.
Oahm... sekarang saya mulai mengantuk.
Kalau belum dipanggil, boleh gak ya saya masuk ke gate nya sekarang?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -