Wednesday, April 30, 2008

temptation...oh

Mengapakah saya harus tahu, bahwa mimpi yang lalu itu bernilai satu-sembilan-juta-rupiah.
Dan mengapa pula saya harus tahu bahwa gaji disini bernilai dua-empat-juta-rupiah.

Perbulan.
Starting from. Jadi mungkin saja lebih dari itu.

Oohh...
Sepertinya saya jadi matre.

Tuesday, April 29, 2008

a confession to make

Saya ini, ternyata baru bisa berkoar-koar saja. Pengen jadi penulis. Bercita-cita jadi penulis. Ketika tiba gilirannya benar-benar menulis, saya ngumpet. Jangankan novel, cerpenpun saya tak punya nyali. Bergabung di kemudian.com namun hanya sesekali login dan bersembunyi, minder, melihat yang lain begitu pedenye memasang karya-karya mereka. Saya? Sembunyi.

Belajar say...belajar!

Iya, tapi bingung.
tapi gak tau kemana
tapi gak tau bagaimana

Memandang penuh kagum (plus sedikit iri, plus sedikit dengki) pada karya-karya orang lain. Ketika windry mengedit kembali novelnya, dan ketika Mariskova menerbitkan novelnya.
Ihiks..ihiks..ihiks...
Saya dimana?

Huah.
Berhenti merajuk.

Lalu saya dapat ide brilian *yeah right Erma*
Instead of menulis panjang-panjang begitu yang saya jelas tak mampu, saya ingin menulis pendek-pendek. Bukan CERITA PENDEK alias cerpen. Tapi seperti artikel singkat gitu. Seperti kolom di surat kabar. Seperti Carrie Bradshaw di sex and the city itu. Satu artikel per minggu. Di publish setiap senin. (ceritanya) untuk mengobati kebosanan dan kebetean yang melanda seluruh jagad raya pada saat Senin tiba, saya akan menyuguhkan tulisan ringan yang menghibur.

Di blok lah suratsurat di wordpress. Edisi satu on minggu malam. Saya masih tidak mengerti apakah di wordpress bisa setting tanggal publish apa enggak. Di blogspot sih bisa. Edisi dua. Ehm.. Ehm... Ehm... Saya bingung. Yang tadinya menulis dengan lancar di edisi pertama, kok yang kedua agak ngeblok. Idenya ada, tapi niatnya pengen berbeda dengan gaya penulisan di blog lainnya. Ealah.. dasar saya yang amatir, hasrat menggebu untuk diferensiasi justru menghancurkan semangat. Patah arang. Putus asa.

Ternyata. Tidak mudah.

*sembunyi di kutub utara*

Kepada para bapak ibu di luar sana

Bapak dan ibu, Pakde dan bude, Om dan tante, dan siapapun anda

yang tiada lelahnya mengatakan "sudah nikah saja" atau "apa lagi yang ditunggu" atau yang lebih ekstrimnya "nanti keburu tua lho", tenang-tenanglah anda semua, karena saya belum menikah, maka saya terhindar dari potensi terlilit hutang belasan (atau bahkan puluhan) juta rupiah untuk membiayai the-so-called syukuran itu. I know someone did.

lalu yang dengan penuh semangat bilang, "langsung punya anak aja", atau "jangan khawatir, anak itu bawa rezeki lho" atau "jangan diitung terus uangnya, ntar juga ada rezekinya", tenang-tenanglah anda semua, karena saya belum menikah (dan tentunya belum punya anak), maka saya terhindar dari potensi terlilit hutang untuk biaya hamil dan melahirkan dan memelihara si anak akan. I know someone did.


*ahh sinisme*

Thursday, April 24, 2008

terlalu mahal?

50 ribu
mungkin terlalu mahal
untuk warnet 4 jam
plus jus apel
plus roti goreng

tapi jika dibandingkan dengan
hati yang berbunga
memandang sore langit sore
ditemani lagu lagu mellow
dan mbak dan mas yang ramah
lalu memandang langit malam jakarta
menunggu kekasih tiba

masih terlalu murah

Monday, April 14, 2008

Kelak, kau akan berani

Berani untuk memiliki keinginan
Berani untuk memutuskan
Berani untuk memilih

Kelak ya dek,
mungkin sekarang kamu belum berani

Kalau kita ditemani segerombol keterbatasan,
lumrah sekali kalau kau tidak berani berkeinginan
tidak berani memutuskan
tidak berani memilih

Aku juga dulu begitu
sampai waktu akhirnya menyembuhkanku
ketika kuasa sudah di tangan
maka akan lebih mudah untuk menumbuhkan keinginan

Maafin aku ya,
belum bisa mensupportmu sepenuhnya
pelan-pelan ya
aku juga masih belajar
sabar ya

*to my dear brother, happy beloved birthday*

Sunday, April 06, 2008

Teman, kalian salah sangka

Ketika saya bilang
saya akan tetap membantu
maksud saya memang MEMBANTU

Katakan saja
apa yang bisa saya bantu

Dan ketika membantu
saya tentu tidak akan pusing
dengan uang lelah
dengan uang taksi

Dan kalian tentunya tidak perlu pusing
meminta saya jadi fasilitator
meminta bikin notulensi yang baik dan benar

Ealahhh
tahukah anda
saya minggat
karena saya tidak sudi bekerja dengan struktur yang lalu

Lalu kalian memanggil saya
meminta saya jadi bagian (tidak langsung)
dari struktur yang itu juga

Oh tidak
terima kasih
sudah kenyang

Tuesday, April 01, 2008

mp book point emang okeh!!!

Dapat break 1 hari. Bingung mau kemana. Bangun siang. Mau lunch bareng pacar, sudah kesiangan. Dianya udah makan duluan. Tapi dia nyuruh saya jalan-jalan. "Jangan sampe di rumah aja" kata dia.

Sampailah saya di mp book point. Di Jeruk purut. Liat liat buku. Sepi nih *semoga toko ini tidak tutup sebentar lagi*. Beli buku Istoria da Paz, Perempuan dalam Perjalanan. Bukunya enteng. Entah masuk kategori chicklit bukan. Eniwe.. meski nyaris di tiap judul yang dijual ada satu eksemplar yang tidak terbungkus, tetap lebih nikmat baca buku yang sudah dibayar kan.

Numpang duduk di sofa merah. Membelakangi kaca yang menghadap ke kolam renang. Sesekali menengok ke arah kolam renang. Diiingi lagu nya Kate Winslet "What If"

Here I stand alone
With this weight upon my heart
And it will not go away
In my head I keep on looking back
Right back to the start
Wondering what it was that made you change

Well I tried
But I had to draw the line
And still this question keeps on spinning in my mind

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know

Many roads to take
Some to joy
Some to heart-ache
Anyone can lose their way
And if I said that we could turn it back
Right back to the start
Would you take the chance and make the change

Do you think how it would have been sometimes
Do you pray that I'd never left your side

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know

If only we could turn the hands of time
If I could take you back would you still be mine

'Cos I tried
But I had to draw the line
And still this question keep on spinning in my mind

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
What if I had never walked away
'Cos I still love you more than I can say
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know
We'll never know

Mp bisa jadi tempat nangkring nih. Bisa puas cari tempat duduk, ga berdesakan kayak di gramedia.

*lagu ini ga ada hubungan suasana hati*