Bapak dan ibu, Pakde dan bude, Om dan tante, dan siapapun anda
yang tiada lelahnya mengatakan "sudah nikah saja" atau "apa lagi yang ditunggu" atau yang lebih ekstrimnya "nanti keburu tua lho", tenang-tenanglah anda semua, karena saya belum menikah, maka saya terhindar dari potensi terlilit hutang belasan (atau bahkan puluhan) juta rupiah untuk membiayai the-so-called syukuran itu. I know someone did.
lalu yang dengan penuh semangat bilang, "langsung punya anak aja", atau "jangan khawatir, anak itu bawa rezeki lho" atau "jangan diitung terus uangnya, ntar juga ada rezekinya", tenang-tenanglah anda semua, karena saya belum menikah (dan tentunya belum punya anak), maka saya terhindar dari potensi terlilit hutang untuk biaya hamil dan melahirkan dan memelihara si anak akan. I know someone did.
*ahh sinisme*