Sunday, July 27, 2008

Be Careful of What You Wish For

Ini adalah judul sebuah ciklit. Yang saya beli atas permintaan seorang teman yang akan memberikan pada gadis pujaan hatinya. Ribet ya? Eniwe, ini bukan tentang bukunya sih. Dan postingan ini tidak membahas buku itu. Tapi membahas saya.

Sudah beberapa waktu ini, saya berharap perut saya mengecil. Iyah, part of the pengen langsing issue itu.

Dan, sejak kemaren saya moncre moncre. Em...apa ya kata yang less menjijikkannya? Diare, kali ya. Saya gak tau apa biang keroknya. Yang saya ingat, makanan terakhir yang saya makan sebelum 'insiden' ini terjadi adalah *dari yang latest*
- somay
- roti keju
- apel

Saya gak ngerti mana yang jadi biang keroknya. Atau justru gabungan dari ketiga makanan yang tidak harmonis? Entahlah. Pokoknya saya moncre moncre. Badan jadi lemes. Nafsu makan hilang. Rasa lapar pun hilang.

Manfaatnya? Halahhh.... as if ada manfaatnya aja. Ada sih. Perut saya mengecil dengan signifikan. Beneran. Saya memang belum nimbang. Tapi kan terasa gitu loh. Tapi kalo dipikir dengan jernih *alahhhh* saya mendingan hidup normal normal aja deh, daripada perut menyusut akibat diare begini.

Wednesday, July 16, 2008

Kadang kadang menunduk itu perlu...ya?

Suatu malam di Metro mini,

Yuli : Kerjanya dimana mbak?
Saya : Di GTZ. Yuli?
Y : Di BII mbak.

Dan mulailah ia bercerita. Ia baru mulai bekerja 1 bulan lalu. Di BII, benar. Tapi seperti jutaan orang yang lainnya, dia masuk lewat outsourcing. Ososing, kalo kata si madame. Jadi data entry. Kantornya di Mangga Dua. Rumahnya di Bintaro. Tetangga saya. Pintu rumahnya hanya 5 meter dari pintu rumah saya. Berangkat jam 6.30. Dan tiba dirumah lagi jam 9.30. Setiap hari. Senin-jumat. Percobaan dulu 2 bulan. Kalo bagus, terus. Kalo jelek, putus. Kontraknya.

Sebelum di Bank itu, dia juga pernah di Call Center suatu perusahaan telekomunikasi terkenal yang berlokasi di Daan Mogot. Percobaan juga. Dan dia jatuh sakit di pertengahan bulan ke dua. Gejala tipes. Rangkaian tes pun terlewatkan. Dan dia gugur. Oh dan btw, dia belum digaji selama 1,5 bulan itu.

Belum sempet wisuda mbak, tambahnya. Sudah lulus, sudah dapet ijazah dan transkrip. Tapi pas wisuda tahun lalu, terlalu mepet dengan sidang skripsinya. Tidak sempat mengurusi semua administrasinya. Mungkin ikut tahun ini, kalo ada. Dan kalo uangnya ada.

Ah... saya sepertinya ketinggalan trend 'outsourcing' ini. Belum pernah nyobain. Katanya sih mereka suka semena-mena gini ngasih percobaan. Gaji jelas dibawah gaji resmi dari perusahaan ybs. Kontrak diakalin. Hingga muncul istilah 'kontrak sepanjang masa'. "Sekarang, semua lewat outsourcing", ujar seorang ibu.

Kalau sudah dengar begini, apa masih pantas kalo saya mengeluh kalo jalanan macet? Toh absen saya gak akan merah meski saya datang jam 10. Apa pantas saya mengeluh gak dapet gaji berjuta juta? Toh yang sekarang saja sudah bikin 59. Apa pantas saya mengeluh jalanan macet, pulang malem? Toh biasanya perut juga sudah kenyang.

Ini dilema saya.
Saya tau, menunduk kadang ada gunanya. Membuat kita tidak lupa bersyukur dengan apa yang kita punya. Tapi saya gak mau jadi orang yang 'seadanya'.
Saya juga tau, menengadah kadang ada gunanya. Membuat kita makin semangat meletakkan setinggi-tingginya cita-cita. Namun saya gak mau juga jadi orang yang pongah.

Jadi,
gimana?

Wednesday, July 09, 2008

Ajaibnya Harry Potter

membuat saya berharap James dan Lily Potter masih hidup
sehingga bisa menemani Harry
yang rasanya begitu mendamba kehadiran keluarga
meski keluarga Weasley sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri

sebegitu menjiwai nya saya membaca Harpot 7, saya jadi kasihan ama Harry
dia sebatang kara, hu hu hu

dan setelah mengkhatamkan Harpot 1, 2 dan 3 yang versi bahasa inggrisnya
saya jadi makin penasaran bagaimana seandainya James dan Lily Potter masih hidup

JK Rowling T O P B G T deh

*thanks to proyek Barrack Obama dengan bapak ini, saya sekarang punya koleksi lengkap Harpot 1-7 bahasa inggris bloomsbury

Monday, July 07, 2008

Money is to make things happen

Itu, kata Sir Richard Branson, sang pemilik Virgin Record, dan Necker island yang membuat saya termehe-mehe (Necker island nya bukan Richard Branson nya). Saya gak tau berapa lama si pacar mengenal Om Branson ini, karena saya baru beberapa minggu tau orang ini, tapi sepertinya aliran 'money is to make things happen' juga dipake ama dia.

Uang ada untuk dipakai, kata dia. No wonder uangnya DIPAKAI terus. Nyaris tak bersisa.

Saya, in the other side. Uang itu untuk diirit-irit. Disimpan. Ditabung. Jangan dihambur hambur. Jangan jor-joran. Dan itulah yang saya lakukan. Hingga beberapa waktu lalu.

Ketika akhirnya saya mendapati, bahwa berdiri di rak pendingin Giant, memilih 'Daging dada ayam' yang harganya lebih mahal daripada 'daging dada ayam giling'. Padahal dahulu, yang paling murah adalah yang saya pilih. Mengambil Attack Easy hanya karena ada tulisan '10 tangan' (dan lagi-lagi bukan merek yang paling murah). Dan mengangkut buku di toko buku semata karena hati sedang kesal dan butuh obat penawar, bukan memeriksa rak buku teman untuk tahu buku baru apa yang ia miliki (supaya bisa saya pinjam). And, it feels FUN.

Benar-benar menyenangkan, memilih sesuatu karena itu yang kita SUKA, dan bukan karena itu yang paling murah. Rasanya menjadi saat 'pembalasan dendam'.

Tidak, saya belum jadi konsumtif kok. Masih. Saya masih mampu menahan diri untuk tidak hambur-hamburkan uang. Masih. Masih bisa nabung kok.

Sunday, July 06, 2008

Berbahayanya book fair

Di perjalanan
Dia : Mau beli buku apa?
Saya : Dunia Sophie
Dia : Tentang apa emangnya?
Saya : Novel filsafat tapi bahasanya enteng, katanya.

Di TKP
Dia : Nih ada buku nya Kick Andy, lo gak mau beli?
Saya : Emang bagus?
Dia : Kayaknya
Saya : Entar aja belinya, kalo semua stand udah dikelilingin

*mengelilingi stan*

Menenteng tas Aksara, berisi:
- Dunia Sophie
- Kick Andy, Kumpulan Kisah Inspiratif
- To Kill A Mocking Bird (versi Indonesia)
- A book about nothing, Wimar Witoelar
- Mana yang lebih banyak, orang hidup atau orang mati? & Mengapa rambut menjadi uban? Dan 112 pertanyaan lain
- Think (versi Indonesia)
- Jishin
- Zen in ten
- Salju Kilimanjaro, Kumpulan cerita pendek Ernest Hemingway
- Richard Branson, 9 Prinsip Sukses dari CEO Perusahaan Raksasa Virgin Group
- Dari Garasi Jeff Bezos mendirikan Amazon.com
- The Air Asia Story, Kisah maskapai tersukses di Asia

Gawattt...gawat....
Melesetnya banyak banget. Meski sudah berhasil meloloskan diri dari godaan chicklit.
Book fair oh book fair