Friday, September 26, 2008

Mahalnya shalat

Shalat 5 waktu
yang kalo buat kita-kita adalah hal simple
saking simple nya jadi take it for granted

buat anak jalanan, ada rupiah di dalamnya
kata mereka, untuk wudhu di toilet umum mereka harus bayar Rp 1000
Shalat 3x, bayar Rp 3000
Itu mahal, buat mereka yang perharinya dapat duit cuma Rp 15000 - 20000
Shalat di masjid, wudhunya gratis
Tapi mereka sering dikira mau nyolong sendal

Jadi Erma,
apalagi alasan kamu gak sholat?

Wednesday, September 24, 2008

Misteri srikaya

Alkisah, tersebutlah sebuah laci. Letaknya tepat di samping kiri kursi saya. Digunakan untuk menyimpan harta kantor saya. Setiap pulang, saya kunci. Kuncinya saya taruh di gelas di meja, tertimbun oleh staples, pulpen, stabilo, dan alat tulis lainnya.

Selasa, saya datang ke kantor jam setengah tiga. Habis ada rapat di luar. Membuka laci teratas untuk menaruh HP, jam tangan, dan kacamata. Dan ternyata, ada srikaya disana. Tampak seperti terbuat dari gabus. Karena ternyata ketika saya mau angkat, kulit nya sih udah berubah jadi bubuk, kayak bedak gitu.

Bingung sebentar. Lalu langsung telepon si bos. Beliau kan duduknya di samping saya. Dan mungkin saja kemarin (seninnya saya 'kerja di rumah') beliau yang menyimpan harta karun itu. Eh ternyata bukan. Misteri oh misteri. Temen-temen kantor juga gak ada yang ninggalin srikaya di laci. Ih, jadi agak serem.

Ajaib.
Jumat sore saya kunci, dan seingat saya, tidak ada scene meninggalkan srikaya di laci yang saya lakukan. Itu, karena saya yakin saya belum lupa ingatan.
Senin, saya gak masuk.
Selasa, sudah ada srikaya di laci.

Siapa dan bagaimana itu srikaya bisa ada di laci saya?

Wednesday, September 17, 2008

Menerjemahkan

Translating is not about changing each of the word into Indonesian.


Itu, keluhan orang di depan saya yang sedang memeriksa hasil terjemahan orang atas dokumen yang dibuatnya dalam bahasa Inggris. Dia bisa bahasa Indonesia juga, by the way. Owh, dan dokumen yang sedang dia periksa bukanlah hasil terjemahan saya. Hihihi

Sebenernya, saya suka dengan ide menerjemahkan. Rasanya 11-12 dengan menulis sendiri. Itu...kalau saya boleh memakai gaya bahasa sendiri, dan tidak harus menerjemahkan plek plek plek dengan aslinya.

Karena itu juga, saya kepikiran jadi penerjemah buku. Chiklit aja lah, yang enteng-enteng gituh. Ada yang tau, kemana saya harus 'melamar' ?

Sunday, September 14, 2008

01,00

Mata belum mengantuk.
Oven belum dipinjam, kue belum bisa dibuat.
Nasi dan semur untuk sahur sudah siap.
Internet masih sisa >160MB.
Bisa begadang ini.

Ajaib,
semua contact YM saya yang online semua berstatus I'm on SMS.
Am I the only one who still ON?

ps. terjadi kesalahan ketik, maklum jam 1 malem gitchu loh

Friday, September 12, 2008

Padat

Wiken tiba. Mari kita lakukan hal-hal yang tidak 'sempat' dilakukan di weekday.
- bikin kue, yang perlu didahului dengan
- cari bahannya
- siapin alat-alatnya
- pilih resepnya
- nengok ponakan yang baru lahir, sambil
- membawa gerombolan nenek-kakek baru buka bareng
- bukpus TI
- iron.....ing :(
- clean....ing the house
- mengunjungi Itje Her?
- menjadwalkan bukpus @pitri

aduh...banyak amat yak. Apakah perlu 'kerja di rumah' seninnya?

Niat

Niat mah menggebu.

Buku resep ada.
Buku sketsa baju ada.
Buku pola payet ada.
Buku tips menulis ada.

Tapi masakan yang 'aneh-aneh' juga belum muncul di dapur.
Baju hasil milih disain sendiri, belum muncul di lemari.
Payetan, belum muncul di kerudung.
Tulisan, belum muncul dimana-mana.

Aih... jadi maluuu

Friday, September 05, 2008

Instan

Saya ini penyuka hal-hal yang instan. Terutama untuk hal-hal yang tidak saya kuasai. Memasak, for example. Indomie akan jadi pahlawan. Bumbu masak instan, adalah pahlawan lainnya. Adonan agar-agar dan puding instan juga. Tahun lalu saya bahkan mengklaim pada adik, "saya bisa menghasilkan masakan apapun yang ada bumbu instannya".

Sayangnya, ada kalanya ini saya pakai juga pada urusan pekerjaan. Saya suka mengerjakan segala sesuatu nya mepet-mepet. Seperti urusan simulation & drills ini. Ketika deadline masih jauh, saya terlena dengan kepercayaan diri bahwa referensi akan bertebaran di dunia maya. Dalam jentikan jari, saya bisa tertimbun bahan bacaan. Mood menulis, akan datang dengan mudah. Peace a cake, ujar saya meremehkan. Hingga waktunya tiba.

Indeed memang referensi banyak. Tapi yang mampu memuaskan saya tidak terlalu banyak. Perlu buka tutup website puluhan kali. Gonta ganti keyword beberapa kali. Download berbanyak kali. Dan itu, baru di bagian researching. Yang saya fikir bisa saya lakukan selama 2 bulan as non priority activity.

Saya mendapatkan bahan (dan kebingungan) dalam 2 hari, yang jauh lebih banyak daripada yang yang saya hasilkan 1,5 bulan. Tergantung mood? Ah, saya gak pake pake mood. Angka-angka di kalender membuat saya bisa langsung bermusuhan dengan mood.

Dan saya mendapati nikmatnya tenggelam dalam banyak bacaaan (yang ujungnya menjustifikasi hpotesa sok tau saya di awal). Andai saja waktunya lebih banyak. Pasti lebih bagus. Pasti lebih lengkap. Pasti lebih bermanfaat.

Ih, jangan berandai-andai. Yang memutuskan untuk menunda-nunda kegiatan ini, siapa?
Yang memutuskan untuk terpaku di 'bacaann' tipe lainnya, siapa?
Yang sok kepedean dengan kalender, siapa?

Dokumen yang saya kerjakan ini, kelak bisa saya klaim sebagai hasil kerja saya. Dengan dampingan banyak pihak memang. Tapi saya yang bikin draft nya, saya yang ngumpulin bahannya, saya yang (kelak) akan merevisinya.

Ini
tidak boleh
jadi produk instan lainnya.

Thursday, September 04, 2008

Tidur

Benarkah manusia butuh tidur 8 jam setiap harinya, supaya badan tetap bugar?

Lalu apa yang terjadi pada manusia yang mulai tidur jam 12, bangun jam 3, tidur lagi jam 5, dan bangun jam 8? Sebentar dihitung dulu, itu baru 6 jam ya. Wajar kan ya kalo si manusia itu mengantuk tiada hentinya setiap hari. Ah...pembelaan diri melulu sih. Yang nyuruh tidur jam 12 tuh siapa???

Wednesday, September 03, 2008

Baru

Sekarang putih polos, minimalis.
Fotonya ada dibawah, in case ada yang nyariin, kikikik.
Saya suka.