02 Februari 2009

Hujan sepanjang malam (dan pagi) plus kemampuan merencanakan jam pemberangkatan yang minim, membuat aksi pemanggilan taksi via telepon tidak berjalan lancar. Tiga provider taksi tidak mampu mengirimkan armadanya ke rumah saya dalam waktu 30 menit. Untung ide brilian muncul, jalan ke depan pake payung dan bawa sang taksi masuk ke dalam kompleks. Berhasil. Meski akhirnya nyampe di kantor jam 11. Hah... janji-janji palsu untuk bantuin last minute preparation di kantor Jakarta pun tak terpenuhi.

Berangkat dengan perut lapar dari kantor. Dan mendapati bahwa penumpang flight yang akan kami naiki 'dikorbankan'. Karena flight sebelumnya 'no operate' (itu bahasa si mbak GA), penumpang dialihkan ke flight kami. Lah lalu penumpang yang seperti saya gimana??? Ya dikasi opsi untuk ganti ke penerbangan terdekat dengan maskapai LA atau keukeuh naik GA tapi berangkat jam 9 malam. Eh bujettt... lama amat nunggunya. Ternyata ada flight GA sore yang no operate juga.

Ya sud. Naik LA aja. Berdoa sepenuh hati bahwa reputasi 'doyan delay' sang maskapai LA tidak lagi berlaku. Owh ternyata terlambat 30 menit. Masih acceptable lah.

Pesawatnya gedeeeeee *norak.com*. Ternyata kami kebagian pesawat baru yang segede gaban itu. Dengan penumpang yang sedikit. Perkiraan saya paling ada 30-40 orang saja. Hanya 1/6 dari kapasitas total pesawat. Dan yang lucu, kami bertiga yang dapet boarding pass kursi berderet di no 25, diminta pindah ke belakang. Sebenernya saya uda kedengeran mas-mas nya ngasih tau ke mbak pramugari untuk mengisi kursi nomor 28 kebelakang. Yang tengah diminta dikosongin. Dasar iseng, pas mas nya nyuruh kami pindah kebelakang, saya tanya "emang kenapa?". Dan anda tau jawabannya apa?

"Pesawatnya berat di depan bu. Di belakang harap diisi supaya beratnya seimbang".

Krik...krik...krik...

Saya baru denger kalo distribusi berat di pesawat (yang hanya 1/6 terisi), perlu dibuat tersebar merata dari depan sampe belakang. Yah biarlah. Jadilah kami bertiga tersebar. Masing-masing mau di deket jendela. Asyik juga naek pesawat yang kosong. Kalo ini kereta, saya uda selonjoran kali ya tiduran, hehehehe. Sayangnya cuaca buruk melulu, jadi tanda sabuk pengaman nya nyala mulu.

Oh ya. Ternyata langit sore bagus juga ya. Biru nya cantiiiiik sekali. Sayang lupa ngeluarin kamera dari tas.

2 Responses so far.

  1. ikram says:

    Kalau gitu pesawat nggak bisa terbang kalau isinya pilot doang ya.

    Berat di depan jadinya.

  2. Erma says:

    Pramugarinya kan dibelakang Kram. Pilot perlu ditemani 'dayang-dayangnya' tho :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -