15 Maret 2009

Pernahkah anda
merasa begitu bahagia
merasa bahwa dunia dan kehidupan begitu indah dimata anda
dan lalu mendapati
bahwa anda sedang memandangi hidup anda dari satu sisi
dan melupakan sisi lainnya
yang kelam?

Saya pernah baca (lupa dimana) mengenai orang yang terus-menerus merusak kebahagiaannya. Dengan memandang segala sesuatu dari sisi negatifnya. Saya tidak ingin menjadi orang itu. Namun apakah ini berarti saya melupakan sisi hidup lainnya?

Sekarang saya tanya lagi,
episode kelam kehidupan kita, adalah untuk dilupakan, dihilangkan, diselesaikan, diatasi, atau apa?

Beri saya jawaban.

5 Responses so far.

  1. Rini says:

    dijadikan pengalaman hidup, dipelajari, diambil hikmahnya

  2. sochib says:

    Dunia itu indah sekaligus menyeramkan, memanjakan sekaligus kejam, menyenangkan sekaligus menyedihkan, menurutku, bukanlah tujuan kita berada di salah satu sisi itu. Yang penting, bagaimana kita bisa melewati segala sisi dengan baik. tidak sombong saat senang, tidak putus asa saat kesedihan datang.
    Yang mungkin bisa jadi bahan renungan: bagaimana kita bisa mengerti manis jika tak pernah tahu apa itu pahit?, bisa merasa bahagia tanpa tahu apa itu sedih?
    - mampir karena ada trafik pengunjung blog saya mengalir dari blog ini, jadwal prameks, thanks. salam kenal:)-

  3. Erma says:

    @ Rini : ah bijaksana sekali

    @ Sochib : wah.. dalam dan berat sekali... tapi bermakna. Terima kasih :)

  4. setuju dengan rini ...

    diambil hikmahnya, dilupakan and melanjutkan kehidupan ;)

    anyway, dilupakan pastinya ga totally lupa ... secara akan tersimpan di memori. so, we can look back and learn from it.

    :p

  5. Erma says:

    mengambil hikmah, adalah kata yang mudah digunakan namun sulit dilakukan :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -