13 Maret 2009

Inti dari kunjungan Solo kami ini sebenarnya ya acara hari ini. Pernikahannya Tyas itu. Nah karena hal-hal yang sudah disebutkan disana, plus kepenasaran kami yang tinggi terhadap Serabi Notosuman yang fenomenal itu, kesanalah tujuan kami siang itu. Sudah gak perlu balik ke hotel. Kami nekat mencari Notosuman yang bahkan kami gak tau daerahnya. Nekat bener ini namanya. Keluar dari gedung nya Tyas, sebenarnya niat kami mau cari taksi. Pasti tau dong si supir taksi nya. Eh di perempatan malah ketemu mbak baik hati yang mau berangkat kerja. Mbak Narmi namanya.

Kami : Mbak, kalo mau ke serabi Notosuman, naik apa ya dari sini?
Mbak Narmi : Owh naik angkot xx (lupa nomornya) trus turun di xx (lupa juga nama tempatnya) terus naik becak
K : Kalo mbak mau naik apa?
M : Angkot yang sama
K : Oh asyik. Baiklah
angkot pun tiba, dan kami pun naik.
K : Kalo turunnya nanti, duluan siapa mbak?
M : Duluan saya, mbak masih jauh
K : Ooooohhhhh
M : Atau kalo mau bareng saya, naik bis sekali lagi, tapi dari sana nanti masih naik becak. Turun bisnya sama ama saya kok. Daripada nyasar.
K : Mau mau mau

Oh mbak Narmi ini baik sekali. Turun dari angkot dia menunggui kami untuk naik bis yang sudah mengetem di lampu merah. Sudahlah kami perlu nunggu kembalian dari angkot, si Rini pake hak tinggi pula. Untung bis nya sabar. Turun dari bis pun, mbak Narmi dengan jelas ngasih tau arahnya dan perkiraan harga becaknya. Oh terpuji sekali mbak Narmi ini. Sungguh.

Meski toh akhirnya tujuan kami dialihkan sesaat ke Kauman dulu. Karena lebih dekat. Kan Kauman kampung batik katanya. Misi pengkoleksian batik harus dipelihara dong. Panas tak kami hiraukan. Hak tinggi si Rini dan kebayanya aja gak kami hiraukan, hehehe. Panas nas nas nas lho. Hanya niat yang kuat lah yang mampu menggerakkan kami *halahhh gombalnya*. Tak sia-sia dong. Karena si Rini dapet berapa potong baju. Miss shopping bener temen saya yang satu ini.

Dari Kauman, baru kami ke Notosuman. Seperti biasa, tukang becak pasti nawarin untuk nunggu. Ah gimana ya, kami kan tak tega. Toh akhirnya ketemu juga ama sang Serabi Notosuman. Beli cuma 4 biji *iyalahhh... yang makan cuma berdua* dan sempat dikira beli 4 dus sama sang penjualnya. Maklum aja, disana orang beli minimal 2 dus (total 20pc). Dengan niat kembali ke hotel dan belum kepikiran mau makan siang apa, akhirnya kami juga beli Gado-gado siram dan Mi apa itu saya lupa namanya. Dari warung Surabaya ceritanya. Ya.. gak ke Surabaya tapi makan makanan Surabaya cukuplah, hehehe.

Akhirnya, tiba juga kami di hotel. Badan panas keringetan. Kaki (saya) belang gak karuan. Kepala seakan berasap. Mata seakan 5 watt. Saya. Yang gak bawa sunglasses. Si Rini mah asyikk bergaya pake kacamata item.

Jadi di kamar kami punya 3 jenis makanan. Srikaya, Serabi, dan makan siang. Dan apa yang kami lakukan? Ganti baju dan tidur siang. Hahahahaha. Lemes berat.

Makanan2 itu akhirnya kami santap sorenya.

Walhasil, abis isya kami sudah gak lapar sama sekali. Akhirnya berniat membeli susu jahe di dekat hotel. Walking distance lah tempatnya. Berhubung novel yang dibawa miss Erma ini sudah khatam, kami pun memutuskan untuk berhenti di toko buku yang kami lewati. Dengan menenteng 2 novel tipis ditangan (Vajra dan An Affair to Forget), saya membayar. Si Rini lihat-lihat. Ealah dia kok menemukan versi bahasa Inggris buku ini. Kalau dia gak ambil, saya tuh yang mau ambil. Abis harganya cuma 24 ribu. Bukunya juga masih bagus. Karena dia ambil, jadilah saya akhirnya menenteng 2 buku impor lainnya. Cheaper by the dozen, dan satu lagi lupa judulnya. Belum dibaca soalnya. Oh baiklah, bertambahlah dosa saya, membeli buku padahal masih ada beberapa buku yang belum dibaca di rumah.

Dari toko buku, baru kami minum susu jahe. Tempatnya juga deketan. Tapi susu yang ini ternyata tidak seenak yang pertama. Well, saya mesen susu madu sih kali ini. Tapi tidak ada rasa madu atau susu yang benar-benar terasa. Ah...susu jahe Keprabon masih paling ok deh.

Dengan perut agak kenyang dan alternatif makan malam yang tidak terlalu menggugah selera, plus mata masih agak mengantuk, akhirnya petualangan hari kedua pun kami akhiri dengan jalan kaki kembali ke hotel lalu bobok.

Sampai jumpa di petualangan hari berikutnya. Besoknya kami berangkat ke Jogja lhoooo.

*btw, ini petualangan H1nya*
**foto-fotonya di multiply

4 Responses so far.

  1. Winy says:

    ealah... ini beneran cuma jalan2 toh.. saya nunggu kapan kerjanya nih si erma, wkwkwkwk....
    kota halaman? ih, maksa :P

  2. Erma says:

    alah si Winy... label nya aja udah 'jalan-jalan' Win, gak ada pekerjaan yang dilakukan di kini. Kau lihat lagi dong tujuan dilakukannya perjalanan ini *halahh bahasanya*

  3. Winy says:

    bu bu, labelnya kan di bawah, bukan di atas tulisan. makanya pas terakhir baru.. "ealah...."

  4. Erma says:

    baguslah kalo kebaca juga :P

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -