15 April 2009

Kalau selama ini saya selalu percaya dengan apa yang saya ingat, rasanya sekaranglah waktu yang tepat untuk memikirkan kembali 'kepercayaan' saya itu.

Ini rangkaian kejadian Selasa 31 Maret yang saya (kira saya) ingat. Hanya sekian menit saja padahal.

turun dari motor
masuk ke ATM
ambil handphone, liat nomor indosat
masukin ATM
bayar tagihan indosat
ambil slip
tarik tunai
ambil uangnya, masukin ke dompet
ambil slipnya, ambil ATM nya, masukin ke dompet
keluar dari ATM

Ketika jumat paginya saya gak menemukan ATM tersebut di dompet, saya INGAT bahwa karena ribet, itu kartu ATM saya taruh di kantong tas. Saya YAKIN sudah masuk ke tas. INGAT dan YAKIN.

Sabtu pagi, saya bongkar dompet. Ganti dompet sambil cari sang kartu kebanggaan itu. Gak ketemu. Saya bongkar tas. Semua tas yang ada di luar lemari (padahal hanya tas ransel yang punya kemungkinan menyimpan kartu itu). Gak ketemu juga. Saya bongkar sekali lagi dompet. Juga tas. Masih gak ketemu.

Akhirnya saya telepon call centre sang ATM. Bertanya beberapa transaksi terakhir dari kartu itu. Well, awalnya operator nya yang memberikan pertanyaan itu pada saya. Karena saya gak inget, maka dia yang akhirnya menjawab (tentu, setelah beberapa pertanyaan konfirmasi data diri). "Pembayaran indosat xxxx rupiah dan penarikan tunai pada Selasa malam". Saya gak tanya lagi berapa nilai tarik tunainya. Karena saya PIKIR masih cocok dengan ingatan saya.

Untuk menjernihkan pikiran, saya nonton tivi, makan, nyetrika, dll. Agak sore, saya ulangi ritual pembongkaran. Masih gak ketemu. Pada saat ini, si pacar sudah tiba.

Saya telepon kembali call centre sang ATM. Jawabannya masih sama. Pembayaran indosat xxx rupiah. Dan penarikan tunai. Tapi kali ini saya tanya berapa jumlah tarikan tunainya. "Sejumlah yyy rupiah".

*&^$*)(%^*&^%%^RF%^R^%*&(*())JBVR%^E^&%

Mengambil uang di ATM sejumlah yyy rupiah, bukanlah kebiasaan normal saya. Bengong dulu sesaat. Si pacar bilang, "transfer kali". Saya yang masih online dengan si operator menanyakan, "tarik tunai atau transfer?". Tarik tunai, demikian jawab sang operator dengan yakin. Ah.....

Saya langsung blokir kartu saya.

Meski gak ada lagi transaksi yang terjadi setelah Selasa malam.

Saat itu, keyakinan saya akan daya ingat di kepala ini sudah menurun sangat drastis. Sangat sangat drastis.

Ajaibnya, yang terlintas di kepala saya waktu itu adalah, "ya sudahlah". Pasrah aja gitu.

Si pacar bilang, "mungkin gak waktu itu lo transfer ke rekening lo yang lain. Seinget gue, waktu itu lo agak lama di ATM nya". Hm.. transfer senilai yyy ke rekening lainnya, memang mungkin. Dan untuk membuktikannya, saya telepon bank saya yang lain. Nanya, apakah ada transferan masuk. Dan ternyata gak ada. Ya sudahlah. Pasrah.

By this time, kalian yang membaca, pasti sudah bisa menebak dong apa yang terjadi. Jadi saya gak perlu nerangin lagi kan. Bikin sakit hati aja.

Baiklah.

Pelajaran dari kejadian ini adalah: SELALU pastikan bahwa uang, slip, dan ATM sudah masuk ke dalam dompet sebelum meninggalkan ATM. Periksa 3 kali. Karena kita manusia, bisa bikin salah. Bisa lupa. Bisa bengong. Bisa teledor.

2 Responses so far.

  1. Winy says:

    hayoo.. diingat-ingat lagi...

  2. Erma says:

    ah sudah tak perlu win.
    faktanya sudah jelas :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -