01 Mei 2009

Sudah tau kan ya saya sedang bosan? Nah salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk membunuh kebosanan adalah baca blog. Dari blog Yasmin saya menemukan post ini. Pidato Oprah di Stanford. Saya sudah lama senang sekali nonton Oprah di Metro TV. Meski beberapa kali menderita karena menonton re-run yang diulang entah sudah berapa kali. Dan hari ini, ditengah kebosanan saya bekerja, saya menemukan satu kalimat dari Oprah,

'When you're doing the work you're meant to do, it feels right and every day is a bonus, regardless of what you're getting paid'.

Sebenarnya beberapa hari terakhir, saya bermaksud menyemangati seorang teman yang (tampaknya) sedang depresi berat dengan hidupnya. Dengan pekerjaannya. Dengan kota tempat ia tinggal. Tapi rentetan nasihat dari saya, saya telan sendiri dulu. Kepedean bener mau sok menasihati orang. Diri sendiri saja sudah hampir 2 minggu luntang-lantung gak jelas di kantor. Parahnya, bukan karena gak ada kerjaan, tapi karena saya malas mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harusnya saya kerjakan. Yang sudah saya setujui untuk kerjaan. Ah...dimana tanggung jawabmu Erma?! Yeah I know... Saya juga punya hati nurani tauk. Makanya sekarang saya jadi sakit kepala.

Suatu hari di masa lalu, saya sepertinya pernah membaca kalimat setipe dengan yang diatas. Lupa sumbernya. Intinya, kalau mau mengukur apakah kita bener-bener mencintai apa yang kita kerjakan, coba pikirin, apakah kita mau melakukannya tanpa dibayar.

Apa saya bersedia datang ke gedung tinggi ini, setiap hari, mengerjakan whatever it is that I usually do, and not getting paid?

I don't think so.

Jadi, saya gak mencintai pekerjaan saya? Kemungkinan besar begitu. Bukan karena bos nya galak. Bukan karena gaji nya kurang. Bukan karena harus pulang malam terus-terusan. Tapi mungkin karena kebalikannya. He??? Kebalikannya??? Iya. Karena bosnya terlalu baik. Karena gaji nya cukup. Karena saya bisa datang siang terus-terusan. Yak benar, tebakan anda semua benar. Kayaknya kurang tantangan ya?

Jadi, apa yang saya suka kerjakan, dan saya bersedia kerjakan tanpa dibayar?

Bikin jilbab. Hehehe.

Karena keasyikan bikinnya, saya jadi lupa misi penjualannya. Asyik sendiri ngasih-ngasih ke orang. Untungnya gak banyak yang menangkap kebaikan hati saya, jadi cuma sedikit yang jadi korban pemberian jilbab hasil karya perdana tangan saya. Gak dibayar. Seneng banget gitu pas bikin sesuatu yang uda 'dipesan' sama orang. Sama senengnya dengan menyelesaikan satu jilbab dan lalu mendengar ada yang mau. Senang sekali.

Jadi, apakah saya harus berpikir untuk alih profesi? Menurut anda?

4 Responses so far.

  1. aku mau jilbab yg warna marun ya Ma... dikombinasi ama warna gold...

  2. iyra says:

    bikin jilbab saja ma...mari dipasarkan..heheh

  3. ge juga mau jilbab, ma ... yang paling cantik buatan jeng erma ;)

    mumpung masih gratis ... n masih menanti disemangati jeng erma :p

  4. Erma says:

    @Rini. Marun? Gold? Ingat ya.. yang gratis cuma sample pertama

    @ Ira. Ah tenaga pemasaran sudah mengajukan diri. Asyikkk

    @ Dina. Eh kau belum pernah dapat ya.. jadi masih bisa gratis. Mau warna apa jeng?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -