06 Agustus 2009

Di suatu pagi (menjelang siang) di depan Apartemen Pakubuwono. Terlihat seorang gadis berjilbab dengan ransel besar melangkah. Celingak celinguk mencari patas AC. Berharap menemukan jurusan Lebak Bulus-Rawamangun yang lebih kosong daripada Cileduk-Senen. Tukang ojek memanggil tidak seperti biasanya. Umumnya mereka akan bilang, "ojek neng", sambil nunjuk-nunjuk ke atas. Kali ini, mereka memanggil, "mbak.. mau kemana?". Si gadis sudah melihat sumber 'huru hara' ini. Ada sebuah sedan bagus berisi 1 orang membuka kaca, dan menanyakan "siapa yang mau lewat Karet?". Hati sang gadis sudah mau melompat saja ke mobil bagus itu, tapi dia takut di bawa kabur. Walhasil dia hanya memandang dulu.

Si tukang ojek menangkap pandangan si gadis, pertanyaannya pun dispesifikkan menjadi "mau kemana mbak?". Si gadis menjawab jujur, "thamrin". Yang langsung dijawab dengan gembira oleh si tukang ojek, "wah,..pas banget nih. Ikut aja". Sambil membukakan pintu belakang. Akhirnya dikesampingkanlah rasa takut, dan melangkahlah si gadis ke dalam mobil. Berasa seperti orang kaya aja, dibukain pintu mobil mewah gini.

Masuk ke mobil, ternyata sudah ada orang di depan. Dalam percakapan selama perjalanan, diketahui lah bahwa Pak A*** yang mengemudi mobil, baru saja mengambil mobil dari Apartemen Pakubuwono. Mobilnya adalah mobil yang biasa dipake si 'bos' yang saat ini sedang ke Jepang. Bapak yang duduk di kiri depan, diidentifikasi bernama Pak B***** adalah pegawai Depsos, yang juga sama seperti si gadis, sedang menunggu patas AC. Sang bapak berencana turun di Tosari. Sang gadis, yang setelah ditanya mengaku berkantor di Menara BCA, disambut dengan sumringah oleh Pak A***. Ternyata gedung kantornya sama.

Di perjalanan, sang gadis mengagumi betapa leganya bagian di belakang mobil ini. Tadinya ia berniat mengambil foto, tapi tidak mengetahui bagaimana trik supaya tidak terlihat norak. Akhirnya ia hanya duduk manis menikmati pemandangan jalan Sudirman dengan mobil bagus ini. Nikmatnya dunia.

Dan si gadis pun turun di depan lobby kantornya. 11-12 dengan para businesswoman lainnya yang sering tampak di pagi hari.

Senangnya hati ini. Jadi joki.

2 Responses so far.

  1. ekalong says:

    cerita yang sangat berhasil tidak menonjolkan sisi katro dalam pertunjukan nyatanya...
    kakakakakak..

  2. Erma says:

    untung gak pake poto2 di dalam mobil

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -