12 September 2009

*oh rindu sekali ngeblog. Tiada kukira sibuk bekerja bisa membuat gak sempet ngeblog*


Selama 26 tahun berlebaran, seingat saya keluarga kami baru merasakan mudik lebaran 2 kali.

Iya, keluarga inti saya tinggal di Jakarta sejak orang tua saya menikah. Sementara semua keluarga besar saya berlokasi di Porong (ho oh, deket ama lumpur). Rumah keluarga bapak dan ibu saya hanya berjarak 30 menit dengan angkot. Keluarga inti saya lebih sering mudik pas liburan sekolah. Sementara lebaran kami habiskan dengan keluarga-keluarga 'baru' di Jakarta.

Konon kabarnya (karena saya juga uda gak ingat), mudik lebaran pertama keluarga kami terjadi waktu saya masih bayi. Nenek dari ibu saya, sedang di Jakarta, sehingga kemungkinan besar kami mudik untuk mendekatkan sang Nenek pada keluarga besarnya. Bapak saya meminjam mobil kantor dan menyetir sendiri sepanjang jalur Jakarta - Surabaya. Capeee deeee, gitu kali ya pikir bapak saya. Konon kabarnya, karena ngantuk, mobil yang dikendarai hampir aja mampir di jurang. Untung selamat. Jadi kalian semua masih bisa bertemu Erma dewasa yang cantik jelita ini. Kemungkinan besar, kejadian ini yang membuat ibu saya akhirnya bilang,"huhuhu... gak usah lagi lagi deh mudik lebaran. Mending mudik biasa aja naik kereta pas libur sekolah".

Dan waktupun berlalu... sampai akhirnya saya... SMP kalo gak salah. Adek saya SD. Meski berlebaran di Jakarta artinya dapat 'sangu' dari om, tante, pakde, bude baru yang lumayan jumlahnya, kami penasaran juga dong sama rasanya mudik lebaran. Emang gak inget ama 'insiden' mudik sebelumnya. Jadilah saya dan adik saya nanya nanya mulu ke orang tua kami, "kenapa sih kita gak pernah mudik lebaran, orang-orang aja pada mudik". Setelah sekian tahun merengek rengek, akhirnya orang tua kami pun luluh. Tiket kereta pun dipesan untuk acara mudik lebaran. Saya lupa tahunnya. Kami pun menanti hari mudik dengan gembira.

Di kereta, kami mendapati suasana penuh nuh nuh.. Uda kaya kambing deh..dempet-dempetan. Bapak saya memang dapat karcis duduk, sehingga kami semua bisa duduk dengan tenang. Tapi, kereta ini juga menjual karcis berdiri. Jadilah, lorong tempat jalan, WC, sambungan kereta, pintu, penuh diisi dengan orang-orang dengan karcis berdiri ini. Mau tau apa nama keretanya? Gaya Baru Malam Selatan. Ini kereta ekonomi. Zaman dulu saya inget banget, harga tiketnya cuma Rp 10.000,- Ini masa ketika uang sangu lebaran kami aja bisa mencapai 200 ribu rupiah masing-masing. Jakarta-Surabaya ditempuh dalam 18 jam. Kegiatan alami ke wc hanya bisa dilakukan jika kereta sedang berhenti di suatu stasiun. Itupun buru-buru. Walhasil, ibu saya harus menahan 'panggilan alam'nya selama beberapa jam. Meski adik saya dan saya gembira karena kami dapat sangu yang buanyak lebaran itu (maklum...gak tiap tahun mudik, jadi om tante saya disana pada royal ngasih sangu), ibu saya kembali bersabda, "cukup sekali.... (aku merasaaaaa *ngedangdut*) mudik lebaran naik kereta ini. Ampuuunnn".

Dan kemudian, kami melewatkan seluruh lebaran di kota metropolitan ini.

Sampai beberapa bulan lalu. Si om, adik ibu saya, nanya "mau mudik gak lebaran? Sekalian gue cariin tiketnya nih. Sekali-kali lah lebaran dengan keluarga beneran". Hm...

Karena perekonomian alhamdulillah sudah membaik saat ini, maka pilihan kendaraan mudik kami jadi jauh beragam. Adik saya yang gak perlu ngeluarin duit sepeserpun untuk mudik *courtesy of a pretty, nicely, and lovingly sister* ho oh ho oh aja diajakin mudik. Jadilah demikian ini jadwal mudik kami lebaran ini:

Berangkat 18 September 09.30 (kereta Anggrek)
Pulang 26 September 07.00 (Garuda)

harga tiketnya aja uda bikin mengelus dada. Alhamdulillah deh.. masih ada rezeki buat bayar.

Tinggal sekarang pertanyaannya: bagaimana bikin jadwal kunjungan sehingga semua keluarga disana berhasil ditemui hanya dalam durasi 7 hari ini.

Mudik oh mudik.

7 Responses so far.

  1. kalo gitu ketemuan sama aku abis mudik aja ya...*biar dapat oleh2 non lumpur*

  2. dinsul says:

    gw juga jeng ..... loe sampai kapan di mudik?

  3. Erma says:

    kan disitu ada jadwalnya jeng :p

  4. SJA says:

    pulangnya masih bisa naek burung Garuda. hebat lah...

  5. Erma says:

    untungnya punya travel langganan kantor mas kekekekek

  6. Anonim says:
    Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -