24 November 2009

Tahukah anda, betapa mudahnya kecemburuan melanda pada orang yang setiap hari bekerja di samping anda, ketika mengetahui bahwa ia naik taksi kemana-mana, sementara anda naik bus.

Itu yang pernah terjadi pada saya beberapa waktu terakhir.

Gaya kantor yang open space itu membuat kami semua duduk bersama tanpa dipisah ruangan-ruangan. Kami bekerja dengan meja yang sama. Kadang makan di tempat yang sama. Punya meja dengan tingkat keberantakan yang sama. Sama-sama dikejar bos karena uda lewat deadline, hehe.

Tapi sepatunya beda. Tas nya beda. Gaji, jelas beda, hehe.

"Bujetttt.... dia mah gajinya berjut-jut", ujar kami kalo sedang ngomongin rekan lainnya yang sedang makan di foodcourt sementara kami di kantin.

"Iyalah.... adviser kan beda ama assistant", ujar kami di kali lainnya.

Masa kerja yang 5 kali lipat diganjar dengan gaji yang 4 kali lipat dari saya, wajar aja ya sebenernya. Tapi dasar manusia, saya juga sering berandai-andai, "wah enak kali ya kalo jadi si X, kemana-mana naik taksi. Tas nya bermerk. Bisa pake sepatu hak tinggi tanpa merasa kelelahan".

Dan tebak, ketika tanggal 24 dan gaji belum masuk di rekening masing-masing, siapa hayo yang kehabisan uang?

Bukan saya.

Well, seperti orang pernah bilang, gaya hidup manusia menyesuaikan dengan besarnya pendapatan. Ada kejadian orang yang gajinya 500ribu, habis tiap bulannya. Yang gajinya 5 juta, juga habis tiap bulannya. Yang gajinya 50juta, habis juga setiap bulannya.

Nah sekarang, apakah saya masih perlu cemburu pada orang lain?

2 Responses so far.

  1. jadi hikmahnya adalah..menabung yu..kita nabung..

  2. Erma says:

    gue pernah baca tuh, katanya kita tinggal pilih, mau menyesuaikan pengeluaran atau menyesuaikan pemasukan hehe

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -