16 November 2009

Seperti judul film.


Hari Minggu disambut dengan undangan pernikahan seorang teman. Teman SMA. Ah...menikah. Saya ingat suatu hari dahulu, kami bertiga, teman saya ini salah satunya. Kami berbincang khas anak-kuliah-baru-lulus-uda-kerja, pertanyaan standar "jadi, kapan undangannya?" pun digilir satu persatu. Teman saya ini hanya menjawab kalem, "gimana mau nikah....calon aja gak ada. Cariin dong". Dan kami pun lalu tertawa terbahak. Sungguh waktu itu pertanyaannya hanya sekedar basa basi. Saya dan teman lainnya memang sudah punya pacar. Ups, koreksi. Saya punya pacar, teman lainnya, ada calon suami. You know what I mean kan? Hehehe.

Long story short, sekitar dua tahun lalu, teman lainnya ini menikah. Dengan calon suaminya waktu itu. Meski sudah ada episode putus sambung. I am glad to be able to attend her wedding. Dan, minggu kemaren adalah pernikahan teman saya satunya. Yang dulu belum punya calon itu. Yang minta cariin itu. And I am also glad to be able to attend her wedding.

Dan sorenya, kala bayangan kebaya, makanan, pelaminan sang teman belum sirna dari kepala saya, seorang teman lainnya menelpon. Kali ini teman SD. Kali ini ia membawa kabar duka. Ia mengabarkan bahwa seorang teman SD kami lainnya meninggal dunia. Kecelakaan motor. The details are even to scary for me to document here. Its just.....painfull. Saya mengenang bertahun-tahun lampau, almarhum teman kami ini adalah anak yang baik, lucu, ceria. Anak. Iya.. kami kan bergaul ketika masing-masing berusia kisaran 10-12 tahun. Setelah meninggalkan bangku SD pun kami sempat berpapasan di jalan. Adik saya yang bergaul kemana-mana pun akhirnya mengenal almarhum teman saya ini. Ah...for some people, life is too short.

And I began to wander, sudah kuisi dengan apa sajakah hidupku ini?
Is it worth it? The things that I am doing now? Is it?

One Response so far.

  1. Winy says:

    ah untung... bukan bertiga sama gw dan ninu kan... :P

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -