23 Desember 2009

Dalam salah satu email berantai saya menemukan kalimat ini:

Forgive everything. Everyone.

Indah ya.

Berapa diantara kamu yang masih menyimpan kebencian atau kekesalan pada seseorang? Owh, gak usahlah ngomongin orang. Mari gunakan saya saja sebagai subjeknya. Saya ini sadistis. Judes. Galak. Gampang marah. Dan seringkali menyimpan kekesalan hingga beberapa waktu. Padahal saya yang pernah bilang ke si fitri, menyimpan kebencian pada seseorang bagaikan meminum racun namun berharap orang lain yang tewas setelahnya. Itu saya comot dari salah satu episode Oprah. Jadi saat membaca kalimat ini, saya jadi ingat kembali bahwa maaf adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan pada diri sendiri. Forgiving someone may have effect on the person you forgive, but the biggest effect will be on yourself. On your heart. Kesal sih manusiawi, marah apalagi. Namun, apa sih gunanya menyimpan kebencian dan kekesalan terlalu lama.

Ada permisalan lainnya yang pernah saya baca. Menyimpan kemarahan itu seperti membawa sebutir kentang kemana-mana. Tidak diapa-apain. Namun terus dibawa. Dari segar, sampai matang, sampai busuk. Bahkan ketika busuk, mengganggu penciuman, penglihatan, dan perasaan pembawanya, kita masih keukeuh membawanya. Orang lain mungkin merasakan dampak dari kentang busuk itu, tapi itu hanya ketika ia sedang bertemu dengan sang pembawa kentang, bersama sang pembawa kentang. Sisanya, pembawa kentang sendiri yang merasakan. Padahal ada solusi mudah sekali yang dilupakan sang pembawa kentang. Ia bisa saja membuangnya seketika saat sudah mulai busuk. Dan ia pun akan terbebas dari ketidaknyamanannya.

Bukan berarti saya masih kesal dengan seseorang ya. Dengan sesuatu. Tidak kok. At least, not that I remember of.

Momen ulang tahun ini akan saya gunakan untuk mengingat kembali nama saya. Maghfiroh. Orang tua saya melekatkan nama ini tentu dengan tujuan indah. Meski saya tidak lagi bisa bertanya apakah tujuannya, namun saya bisa menduga. Bahwa mereka berharap bayi cantik yang lahir tepat tanggal ini, 27 tahun lalu, tidak akan menyimpan kebencian dan kekesalan dalam hatinya terlalu lama. Bahwa ia akan memaafkan. Apa saja. Siapa saja.

Happy birthday to me.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -