Kursus Bahasa Jerman di Goethe
*berhubung kerjaan numpuk, tapi malah kepikiran PR les, padahal belum ada ide mau diapain PR nya, maka lebih baik kiranya kalau saya bagi informasi tentang les di Goethe saja. Siapa tau bermanfaat*
Belajar bahasa Jerman? Ya di Goethe dong.
Well, sebenarnya bukan cuma di Goethe doang sih. Belajar di LIB UI juga bisa. Saya pilih di Goethe karena:
- Lokasi. Goethe di Jalan Sam Ratulangi, Menteng. Lebih deket dari kantor daripada ke UI yang di Salemba atau bahkan di Depok.
- Pilihan waktu belajar. LIB kalau tidak salah cuma ada 2 pilihan, Senin+Rabu atau Sabtu. Goethe lebih banyak. Ada Senin+Rabu, Selasa+Kamis, dan Sabtu (ada pagi, ada siang). Itu untuk kelas yang ekstensif, artinya seminggu ada 5 jam pertemuan. Masih ada pilihan kelas lainnya intesif, superintensif, dll. Lihat sini atau telpon aja ke Goethe untuk info lebih lanjut.
- Customer Service. Berhubung saya gak ada waktu untuk datang dan tanya-tanya, jadi saya mengandalkan informasi hasil browsing dan telpon. Whoever yang ngangkat telpon di LIB dulu, gak informatif. Jawabnya lama dan (buat saya) gak jelas. Yang di Goethe, meski nunggu agak lama untuk bisa disambungkan ke operator, namun informasi nya jelas. Dari kapan pendaftarannya, jam berapa, metode bayarnya, mulai belajarnya. Informasi ini sebenarnya ada di situs nya, tapi I took the chance to crosscheck. Dan ternyata mbak yang jawab cukup pintar. Atau situsnya uptodate. Anyway, informasinya maching lah.
Tingkat kursus di Goethe banyak bener. Jadi pusing. Karena saya lanjut terus, jadi Desember ini saya di A.2.1 (A Zwei Eins). Waktu A.1.1 guru saya bernama Frau (ibu) Orion, karena beliau sedang hamil besar dan akan cuti setelah meluluskan kami dari A.1.1, jadilah di A.1.2 saya ganti guru menjadi Herr (bapak) Alamson. Dan lalu waktu saya naik ke A.1.3 kelas Senin+Rabu nya ditutup. Kurang peminat kali, hehehe. Jadi deh saya pindah jadi Selasa+Kamis. Gurunya ganti lagi jadi Herr Reynold. Untungnya, pas naik lagi ke A.2.1 saya gak ganti guru lagi.
Cerita tentang gaya mengajar masing-masing guru, di edisi lainnya aja ya. Nanti saya pikirkan dulu apakah diperlukan atau tidak.
Ruang kelasnya kecil, maksimal hanya memuat 20 orang setiap kelasnya. Waktu A.1.1 saya ber-20 sekelasnya. Ramai. Seru. Masih sama o'on nya di kelas. Begitu naik ke A.1.2 'rontok' jadi... delapan orang. Bayangkan betapa sunyi kelas saya jadinya. Ada yang gak lanjut karena sudah harus berangkat ke Jerman, ada yang karena kantornya sudah tak mensponsori, ada yang emang uda gak mau les lagi, ada yang uda dapat kerja (les nya iseng isi waktu saja, sepertinya), ada yang pindah hari. Untungnya ketika naik ke A.1.3 uda nambah lagi jumlah siswa nya. Saya lupa jumlah persisnya, tapi sekitar 18-20 orang kayaknya. Mungkin ini akibat merger kelas ya. Dan di A.2.1 jumlahnya relatif sama, walaupun komposisinya ganti.
Eh biaya belum ya?
Di situs juga ada sih. Saya bagi informasi untuk kelas yang saya ambil aja deh. Buat ekstensif, saya bayar Rp 1.350.000,- per kuartal. Dibayar tunai atau debit BCA waktu daftar. Lalu ada buku pelajaran dan kamus yang beli sendiri. Harganya kalau tidak salah ingat antara 150-200rb. Maaf sudah lama, jadi lupa. Bisa beli di Goethe juga sih, katanya harga sama dengan di luaran. Entah saya gak cek. Di Gramedia juga ada. Di pameran buku juga ada. Bukunya gak ganti tiap kuartal kok. A.1.1 sampai pertengahan A.1.3 kami pakai buku Studio d A1. Setelah itu hingga sekarang saya pakai buku Studio d A2. Btw, kok sekarang di situsnya bilang ekstensif Rp 1.400.000,- ya? Jangan-jangan emang bakal naik nih uang les nya :(
Nah, sekian dulu informasi awal nya. Niatnya sih besok-besok mau berbagi pelajaran les nya dari awal. Sekalian review gitu. Soalnya uda hampir setahun les kok masih merasa belum pinter ya. Ya..sekalian latihan nulis lah, kali aja saya ada bakat bagi-bagi ilmu, hehehe.


