06 Januari 2010

Tadi malam kami menonton Grey Anatomy. Season 4, lupa nomor episodenya. Ceritanya, Cristina, Meredith, Izzie, dan Alex ikut 'kontes' di rumah sakitnya. Selama 14 hari mereka berlomba mengumpulkan poin. Poin-poinnya diperoleh dari segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan mereka, meriksa pasien, operasi, penanganan paska operasi, dan sebangsanya. Lucu deh, mereka lari-lari menjawab pager, penuh semangat menanti kedatangan pasien di ER, lalu rebutan pasien yang keliatan paling parah. Karena makin banyak treatment yang dilakukan, makin kompleks, makin besar poinnya. Tanpa mereka tahu apa hadiah dari kontes ini. Tapi mereka berlomba mengerjakan apa yang mereka senangi

Si Izzie merasa pasien keseleo nya mungkin punya penyakit komplikasi, sehingga dia memerintahkan berbagai macam tes untuk meyakinkan dugaannya. Dan ternyata cuma keseleo. Flu ringannya bahkan gak perlu obat, cuma perlu banyak minum dan istirahat *saya baru tau flu bisa sembuh dengan minum dan istirahat*.

Si Alex keukeuh mau ngelakuin jahitan paska opeasi pasiennya, meski lawannya adalah Cristina yang unbeatable.

Si Cristina bingung memilih antara nutup jahitan pasien operasinya atau melihat 'very cool surgery' si Hahn yang poinnya cuma dikit.

Si Meredith dapat pasien yang telapak tangannya bolong digigit beruang dan menikahi sang rebound girl. Dan akhirnya mendapati bahwa si pasien punya tumor otak.

Mau tau apa hadiah untuk pemenangnya?

Uang tunai? Bukan.
Blekberi? Bukan.
Liburan di suatu tempat? Bukan.
Bonus hari libur? Bukan.
Naik gaji? Bukan.

Hadiahnya adalah pager yang penuh glitter. Pager ini akan berbunyi setiap ada operasi yang diperlukan. Dan sang pemilik pager boleh melakukan operasi mana saja yang masuk ke dalam pagernya. Ini hadiah besar buat mereka. Bayangin, selama ini mereka rebutan ingin partisipasi dalam operasi-operasi paling rumit, paling jarang, paling menantang. Dan dengan pager ini, pemenangnya bisa memilih (atau mengambil) operasi mana saja yang dia inginkan.

Saya begitu takjub melihat orang-orang ini. Mereka berlomba mengerjakan apa yang mereka senangi. Dan dihadiahi untuk melakukan apa yang mereka senangi. Baiklah, ini memang cuma film. Tapi apa salahnya bermimpi bahwa ini juga bisa terjadi di dunia nyata. Misal di kantor, setiap anggota tim mengerjakan sebaik-baiknya pekerjaan mereka sekarang ini, dapat poin. Dan pemenangnya bisa berpartisipasi dalam kegiatan/proyek/subjek apa saja yang mereka senangi. Ini, kalau keadaannya memang semua orang menganggap pekerjaannya dan pekerjaan anggota tim nya sangat menarik, sehingga mereka rebutan. Lupakan dulu deadline, lupakan dulu gaji, lupakan dulu cuti. Pekerjaannya sangat menarik sehingga mereka rebutan.

R E B U T A N.

Yang ada sekarang ini kan kebanyakan orang justru berlomba-lomba untuk mengalihkan pekerjaan mereka kepada orang lain. Ah, mimpi saya ketinggian ya?

2 Responses so far.

  1. haa. gue inget bangeet nih episode ini. dari awal aja udah kocak.
    *greys maniac mode on*

    emang Mbak, nonton greys tu rasanya jadi pengen pindah haluan jadi surgeon, soalnya kok kayaknya menarik banget ya..
    tapi mungkin keliatan menarik soalnya tokoh2 disitu keliatan passionate banget sama kerjaannya. kayaknya cinta bener deh sama pekerjaan.

    mungkin pada kenyataan banyak orang yang kurang cinta sama kerjaannya kali ya, jadi alih2 rebutan, malah saling menimpakan ke orang lain.

  2. Erma says:

    iya.. lucu banget ngeliat mereka rebutan, walaupun sehari-harinya juga uda rebutan pasien kan.

    Kalo sampe ubah haluan jadi surgeon sih gak sampe Min, soalnya uda ngeri duluan ngeliat orang dibelah belah gitu hiiiii

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -