01 Februari 2010

Peringatan ya: ini bukan soal saya yang mau nikah. Saya emang mau nikah. Tapi bagian nikahnya ini bukan tentang saya. Bagian kondangan, baru tentang saya, hehehe.

Awal tahun ini, kantor saya diberi 2 kabar gembira. Dua orang anggota tim kami akan menikah. Lihat deh foto di postingan ini. Foto yang bawah ya. Yang atas agak gak sopyan itu.. harus kena sensor. Yang akan menikah adalah si wanita di sebelah kiri saya (yang kaus abu-abu itu). Dan pria di baris belakang ujung kanan berkaus biru. Di kiri belakang si wanita kaus abu-abu deh. Eh...mereka bukan marry to each other ya.. Dengan pasangan masing-masing dong ah. Gak tanggung-tanggung, biar kompak tanggalnya samaan aja gitu. 24 Januari 2010.

Misi mondar-mandir membelah Jakarta demi datang pada kedua acara, gak mungkin dilakukan. Lha wong si wanita menikah di Salatiga, sementara si pria di Pesisir Selatan, Sumbar.

Bos besar gak berhasil dipengaruhi untuk mensponsori perjalanan kondangan ini dengan budget kantor, jadilah kami harus PINTAR memilih. Untung si bos masih ngasih cuti senin sebagai kompensasi.

Akhirnya demi alasan ekonomis semata, saya dan 2 orang rekan wanita memutuskan untuk pergi ke Jogja untuk kemudian lanjut ke Salatiga. Tiket pesawat ke Padang mahal boooooo. Tahap berikutnya adalah mencari moda transportasi semurah-murahnya. Sang calon pengantin bilang "naik kereta aja enak, bisa sambil tidur". Kami menolak mentah-mentah saran ini, karena kereta eksekutif kan beda tipis ama tiket pesawat promo. Dan sang capeng melanjutkan, "kereta bisnis aja enak kok. Gak panas. Kan berangkatnya malam, langsung tidur".

Catat ya: nona Erma ini dulu mudik selalu naik Gaya Baru Malam selatan. Ke Surabaya. Itu kereta api ekonomi. Masya Allah deh... takjub sendiri dengan kekuatan hati berlelah-lelah demi mudik session masa itu. Makin dewasa, saya naik tahta ke Jayabaya Selatan. Itu Bisnis. Ini pun terakhir naik pas nikah teman saya tahun 2005. Juga ke Surabaya. Saya masih gak seneng naik kereta bisnis. Karena masih ada asap rokok. Nah masa kini, bukan maksud sombong, tapi karena sayang pada diri sendiri, maka perjalanan antar kota kebanyakan ditempuh dengan pesawat (iyalah dibayarin kantor). Dan sekalinya bayar sendiri, ya ganti ke maskapai berwarna merah putih itu looh.

Anyway, dalam perjalanan (yang niatnya) kondangan ini, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat naik kereta bisnis. Senja Utama Jogja YK. Pulangnya baru naik mandala. Saya uda meringis aja bayangin hari keberangkatan ini. Tapi demi pren... ya gak papa lah.

Tragisnya, 3 hari sebelum hari keberangkatan kami itu, sang calon pengantin mengirimkan kabar menyedihkan. Pernikahannya kemungkinan besar harus ditunda karena ada 'legal issue' yang belum kelar.

HWAAAAAAAATTTTTT???????

Tanya punya tanya, katanya persyaratan di Catatan Sipil Jakarta beda dengan Catatan Sipil Salatiga. "Gue jadi korban otonomi daerah", kata si capeng. Duh, maap gak bisa bantuin, secara
1. Saya juga belon nikah
2. Gak ngerti urusan nikah dengan catatan sipil
3. Makin gak ngerti lagi dengan urusan nikah orang yang sudah pernah menikah sebelumnya
4. Apalagi ditambah fakta entah berpengaruh apa enggak bahwa capeng pria ada keturunan cina

Akhirnya kami hanya bisa mendoakan deh, semoga masih bisa dilaksanakan tepat waktu. Dan kamis sore sang capeng bilang "kemungkinan besar surat-suratnya baru selesai minggu depan. Abis itu baru bisa nikah". Lha terus kami gimana? Itu tiket gimana? Cuti gimana? Ihiks. Nasi sudah jadi bubur. Pilihannya adalah sedekah 300rb ke Mandala dan 32.500 ke Perumka, atau tetep berangkat aja meski gak jadi kondangan.

Dan kami memilih tetep berangkat aja.

Akhirnya sampai deh ke Jogja.

Eh... cerita ke Jogja nya di postingan lainnya aja ya. Uda kepanjangan gini :D

9 Responses so far.

  1. ekalong says:

    mmm.....
    mm...
    mba.

    mm...maap...
    mmm...itu, fotonya...nyang dmn yak??

  2. dinsul says:

    oalah ... jadi itu tuh kenapa di yk kemarin ... :p

  3. Erma says:

    @Eka. Foto mana?

    @Dinna. Ho oh

  4. ekalong says:

    ini, mksdnya apa?
    " Lihat deh foto di postingan ini. Foto yang bawah ya. Yang atas agak gak sopyan itu.. harus kena sensor. Yang akan menikah adalah si wanita di sebelah kiri saya (yang kaus abu-abu itu). Dan pria di baris belakang ujung kanan berkaus biru. Di kiri belakang si wanita kaus abu-abu deh."

    aku kan tak bisa membayangkan sepenuhnya.....
    cerita yang nanggung ga asik, tau..
    bikin bingung pembaca.
    =/

  5. Erma says:

    harusnya ada link pada tulisan "foto di postingan ini". Sudah diedit ya barusan.

    Ini adalah trik untuk membuat pembaca postingan ini juga membaca postingan lainnya :D

  6. ekalong says:

    "Ini adalah trik untuk membuat pembaca postingan ini juga membaca postingan lainnya"

    dan jika penulis lupa meng-insert link, maka pembacalah korbannya...
    B-)

  7. Erma says:

    pembaca memang selalu dikorbankan :p

  8. ya ampuuun.
    kasian amat nikahannya diundur satu minggu.

    eh eh, mbak erma emang KAPAN mau nikah?
    udah ada statement "mau" nikah itu, apakah dalam waktu dekat?
    *rese*

  9. Erma says:

    even worse... nikahnya jadi tanggal 21Feb ini Min. Eh.. itu tergolong better kali ya. At least yang sekarang uda yakin, pasti, sure *keracunan my stupid boss* bakal jadi tanggal 21

    Saya? Ehm... Yasmin mau datang? ;)
    *buka-buka list undangan*

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -