19 Februari 2010

Beli-beli a.k.a belanja adalah saat-saat menyenangkan buat saya. Mau itu belanja buat orang lain, apalagi belanja untuk diri sendiri.

Di suatu sore, saya dan si pacar berencana belanja di hipermarket bernama perancis itu sepulang kantor. Yang mau dibeli adalah: gantungan baju, jepitan jemuran, dan timbangan. Timbangan orang, bukan timbangan kue. Dua barang pertama adalah peralatan pendukung kerajinan saya mencuci baju. Err... sebenarnya bukan rajin juga sih. Khawatir kehabisan baju, lebih tepat. Berhubung musim hujan, jemuran tak kunjung kering, maka gantungan baju terus-menerus terpakai. Butuh lebih. Demikian pula adanya dengan jepitan jemurannya. Dan timbangannya?

Ya... terakhir kali saya menimbang kan waktu saya
meluluskan diri dari tempat fitness dudul itu. Udah beberapa bulan yang lalu. Dan bahkan waktu itu angka yang ditunjukkan oleh sang timbangan, uda cukup bikin depresi. Tapi saya putuskan untuk menolak terintimidasi oleh berat badan. Yang penting sehat :p

Tapi sekarang, penasaran juga kan. Apakah orang-orang yang berkomentar "makin gemuk deh" itu perlu dikasih cabe mulutnya? ataukah mereka menyuarakan kebenaran? *caelaaa bahasanya*

Dan sampailah kami ke hipermarket itu. Melenggang menuju rak timbangan, reaksi pertama saya adalah: bujettt... mahal amat harganya. Gak usah beli ah kalo mahal gitu! Ini adalah tahap pertama denial.

Dan si pacar menjawab kalem, "itu ada kok yang murah. Cobain aja sekalian. Uda dibuka di bawah".

Dan lalu saya injak dong dengan songongnya, masih pake sepatu.

"Dibuka kaleeee sepatunya", si pacar mulau gak kalem.

Dan saya buka sepatu. Lalu kembali saya injak injak itu timbangan. Dan angkanya menunjukkan:

...

...

...

gak usah deh *total denial*

Pokoknya cukup untuk membuat saya mengurungkan niat beli timbangan. Beli sesuatu kan biar diri ini happy ya. Kalo barang yang dibeli tidak membuat happy, buat apa beli? Huahahahaha.

6 Responses so far.

  1. ekalong says:
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  2. ekalong says:

    wahaha..wahaha..wahaha...
    (sayang di sini ga ada icon guling2)

    self-justification..

    emg waktu kecil suka diancam "dikasih cabe mulutnya" juga ya kalo bo'ong? kok sama sih. ;-)

  3. Erma says:

    enggak kok. saya kan anak yang jujur :D

  4. dinsul says:

    self denial emang okehh ....

    btw, erma ama gw kira2 lebih cihuy mana ni *bobot*nya? :D

    pis, ma ;)

  5. Winy says:

    jadi akhirnya cuma numpang nimbang?? :P
    tempat fitnessnya dudul knp? kata lo niat lo yg gak lurus.... :D

  6. Erma says:

    @Dina. Ehm.. sama kali ama lo :p

    @Winy. Program promosi dudul. Marketing dudul. Tempat dudul. Pokoknya dudul deh semua

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -