20 Februari 2010

Sudah dua tahun saya bekerja di kantor ini. Meski akhir 2008 sempat melalui proses wawancara dengan organisasi Jerman lainnya, namun diri ini rasanya sudah lupa bagaimana bentuk CV, hehehe.

Nah, akhir 2009 awal 2010 itu, saya menemukan dua informasi menarik. Disini dan disini. Mari kita sebut dengan Info 1 dan Info 2. Dan miss deadline ini pun menunda-nunda pengiriman CV nya hingga saat-saat terakhir. Padahal lewat email doang. Padahal hampir tiap hari nyambung ama si internet. Keduanya adalah pekerjaan
freelance. Iya, saya pengen tau bagaimana sih rasanya bekerja freelance. Dan pada hari terakhir batas pengiriman itulah akhirnya saya mengirimkan CV-CV saya.

Dag. Dig. Dug. Dar.

Pada hari dimana Info 1 harusnya mendapat kabar, saya gak dapat kabar. Sang country manager menulis di blog nya bahwa kandidat akan mendapatkan kabar via email pada tanggal X (lupa tanggalnya). Nah sampai tanggal X+1, gak ada tuh email masuk di inbox saya. Ihiks... buat freelance begini aja gak kepanggil. Sungguh m e m a l u k a n.

Eh ndilalah... sudah lewat seminggu setelahnya, saya dapat telepon dari Info 1 ini, yang meminta saya datang ke kantor mereka pada tanggal 23 Januari. Hayyyaaaaa.... Saya enggak bisa. Kan saya mau ke Jogja. Si mbak nya berbaik hati untuk memberi tahu bahwa ada kemungkinan ganti jadi tanggal 30 JIKA ada banyak kandidat yang gak bisa tanggal 23 itu. Saya adalah orang kedua yang ditelpon. Mereka butuh sekitar 20 orang. Hihihi... kepercayaan diri saya meningkat lagi. Boo.... saya orang kedua looh.

Sepulangnya dari Jogja, saya telpon lagi si kantor Info 1. Ternyata kegiatannya bener jadi tanggal 23. Jadi saya gak nyangkut deh. Ah tak papa. Kepercayaan diri saya sudah sembuh hanya dengan fakta bahwa saya 'terpilih' hahahaha.

Nah, untuk Info 2, ceritanya lain lagi.

Di tengah workshop yang saya hadiri, muncul sebuah miscall dari nomor tak dikenal. Pas saya telepon balik, nyambungnya ke kantor Info 2 ini. 'Ajaib'nya, sang penerima telpon di kantor itu menyatakan dia bisa ngecek telepon keluar dari nomor itu, DAN tidak mendapat telepon keluar ke nomor saya. Jadi, yang nelepon saya siapa? Siluman dong. Hiiiiiiii.

Dua hari kemudian, saya dapat telepon lagi dari nomor ini. Kali ini berhasil saya angkat. Dan saya diminta datang ke kantor mereka. Setelah jadi pegawai berbakti dan minta izin pada bos untuk pulang cepet, dan merayu pacar mengantar setengah jalan, sampailah saya disana.

Tanya ini itu, baca ini itu. Agak kurang menarik wawancarannya.

Dan sampai sekarang, belum dihubungi lagi.

Tidak apa-apa. Memang belum waktunya.

3 Responses so far.

  1. Winy says:

    as far as I know you, you are confident to be over-confidence type of person :D

  2. ekalong says:

    utk menghadapi kemungkinan penolakan2 lagi di depan,
    memang perlu over confidence dari skrg....

    B-)

  3. Erma says:

    @Winy. confidence pun hasil latihan dan doktrinasi internal yang panjang Win :D

    @Eka. :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -