19 April 2010

Huhuy.... lewat sudah 10 April. Mari kita nikmati 'hidup baru' ini. Btw, kenapa disebut hidup baru ya? Apakah ketika sebelum menikah, hidup yang dinikmati adalah 'hidup lama'?


Anyway, demi asas pemerataan informasi, dengan ini saya bagi detil persiapan pernikahan ala miss Erma. Catat ya, prinsip saya adalah OGAH REPOT. Segala hal yang bikin repot, gak usah dikerjain hehehe.

Surat-surat.
Saya baru mulai ngurus surat-suratnya awal Maret. Basically 1 bulan sebelum hari H. Surat pengantar RT dan RW ternyata cepet ngurusnya. Well, selama si pak/bu RT dan RW nya gak susah ditemui ya. Dibawa ke kelurahan, beberapa menit langsung kelar. TENTU saja, ada 'biaya sukarela' nya. Demikian pula yang terjadi di pihak pria. Berhubung akad diadakan di wilayah saya, maka pendaftaran harus dilakukan di KUA wilayah saya. Ini juga (harusnya) cuma beberapa menit beres. Selama persyaratannya uda lengkap. Yang agak lama justru bla bla bla yang berujung pada rupiahnya.

Tempat.
Akad di rumah saya, jadi gak perlu ada persiapan tempat. Syukurannya di Omah Sendok, saya sudah punya bookingan di sana sejak awal tahun. Hanya perlu booking fee Rp 500.000,- kok, itupun nanti ketika jadi diitung sebagai pembayaran awal. Udah gak banyak cing-cong milih-milih menunya, karena kami (saya dan pacar suami) sudah datang duluan dan nyobain makan disana sebagai pembeli normal. Kami pengen tau rasa 'default' makanan disana. Dan menurut kami, OK deh rasanya.

Undangan.
Dengan bantuan sang BFF, 50 pc undangan siap dalam 1 hari saja hahaha. Saya yang ngeyel minta pake kertas daur ulang dan dia yang meragukan kemampuan kertas itu menyerap tinta printer secara optimal, akhirnya sepakat untuk mengambil jalan tengah. Undangan dicetak dengan kertas stok di rumah Fitri (tergolong 3R juga dong, kan kertasnya tadinya nganggur aja gitu di rumahnya). Dengan printer dan tinta di rumah Fitri. Lalu ditempelkan ke kertas daur ulang yang saya beli seharga Rp 14.000,- per 10 lembar nya. Irit kan? Hihihi.

Pakaian.
Saya si ogah-pake-kebaya memilih menjahit di Ninis cabang Rawamangun (lokasi nya sih di Tanah Kusir). Ditemani sang BFF, kami cari-cari bahan di Mayestik, tentu setelah sebelumnya milih-milih model pakaian di majalah yang saya beli sendiri, dan konsultasi dengan mbak Anna (dari Ninis). Jadi kami sudah tau jenis dan ukuran bahan yang diperlukan. Puas dengan pelayanan mbak Anna yang ramah, tapi gak puas dengan time management mereka. Baju saya membutuhkan 3,5 minggu untuk proses pemotongan dan penjahitan saja. Pasang payet yang harusnya makan beberapa hari supaya optimal, akhirnya harus dikebut menjadi satu hari saja, karena saya ngotot mau pake baju saya itu pada tanggal 10 April. Tau gak, nikahan saya itu tanggal 10 April, dan baju putih oranye yang saya pakai akad itu baru jadi tanggal 9 April jam 4 sore. Dan baju biru abu-abu yang saya pakai malamnya baru jadi tanggal 10 April jam 3 sore. Tapi karena saya menolak untuk pusing hanya untuk masalah baju, jadilah rabu sore saya nenteng pulang gamis coklat dari ITC kuningan sebagai pakaian cadangan *a l a s a n a j a*.

Make up.
Saya juga ogah pake make up dari salon atau penata rias. Karena riwil nya saya untuk urusan dandan, akhirnya nekat beli basic make up dari the body shop dan berniat mendandani diri sendiri pada hari H. Sang BFF meragukan kemampuan dan hasil dari proyek nekat ini dan akhirnya menawarkan diri jadi seksi repot sekali pada paginya, memoles muka saya dan merapikan jilbab saya. Tentu, yang isinya adalah percakapan semacam ini:
Saya : Bedaknya ketebelaaannnn
Dia : Kagak. Diem aja deh lo.
Saya : Bibirnya kemeraahannnn.
Dia : Bagusan gini tauk.
Saya : Arghhhh jilbabnya repot banget makenya. Mau dililit biasa ajaaaa.
Dia : Arggghhhhh berisik banget deh ni anak.
Hasil 'kolaborasi' tahap 1 ini bisa dilihat di album facebook saya. Hahahaha.

Eh udah panjang nih. Disambung jilid dua aja ya. Daripada yang baca keburu ketiduran kekekek. Sebagai pengingat, jilid dua akan membahas: dekorasi, souvenir, mas kawin, dan baju para pria (sang pacarsuami dan adik. Adik saya ya. Bukan adiknya dia, secara dia anak bungsu *loh kok jadi panjang*).

Jadi, jadi, jadi, nantikan edisi selanjutnya.

5 Responses so far.

  1. keblug says:

    10 April teh Nikahan thoooo??
    slamat slamat klo begitu :D

  2. ekalong says:

    Hwahwahwa....
    dialog "saya" dan "dia" di atas mirip sekali dgn saya dan teman si pemaham prinsip "ke kondangan harus kinclong".

    nb. gw minum dawet, mba, trus makan nasi-apa-itu-namanya-yang-bukan-nasi-putih pake lauk (lupa, tp bukan daging, krn ga suka daging) trus nyemil tahu kecap n minum coca cola 2 gelas.
    dawetnya enak. gulanya nendang.
    =D
    enjoyed ur party very much!
    inspiring (ttg ga repotnya) hihihihi

  3. @Keblug. Iya... makasih, danke, merci, matur suwun :)

    @Eka. Nasi Ulam namanya :D

    @Iyra. Huhu gak dateng huhu

  4. Erma says:

    Argh.. lupa ganti account. Itu tadi saya looh yang jawab

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -