23 Agustus 2010

Beberapa pertanyaan yang hinggap di layar chatting saya adalah, "gimana puasa pertama sebagai istri?"


Jawabnya...

"Biasa ajah". Hahahaha.

Puasa ini jauh lebih enteng dari tahun kemaren malah. Tahun kemaren saya masih masak sahur biar adek saya ada diversifikasi menu, gak sateeeeee mulu sahurnya. Jadilah jam 2.30 atau bahkan jam 2 uda bangun klotak klatik di dapur.

Puasa ini? Adek saya nginep di Cibubur. Jadi gak butuh masakan saya. Suami? Dengan senang hati mengantar kunjungan ke warung tegal pada jam sahur. Menghabiskan waktu berjam-jam masak hanya untuk dimakan berdua, gak praktis, kata dia. Mari kita beli di luar aja.

Di minggu-minggu pertama puasa, kami bahkan numpang sahur di rumah mertua. Hehehe.

Jarak rumah saya ke rumah dia emang cuma 7-8 km. Naik motor paling 30 menit. Jadi alternatif kejadian di minggu pertama adalah:

Keluar kantor - ke Cilandak - tidur di Cilandak - sahur - tidur lagi - bangun jam 7 atau 8 - berangkat ke Bintaro - mandi ganti baju - berangkat ke kantor

Keluar kantor - ke Cilandak - tidur di Cilandak - sahur - berangkat ke Bintaro - tidur lagi - bangun jam 8 atau 9 - mandi - berangkat ke kantor

Keluar kantor - ke Bintaro - ambil baju buat besok - tidur di Cilandak - sahur - tidur lagi - bangun jam 8 atau 9 - mandi - berangkat ke kantor

*ada yang kerajinan dan memikirkan mana ritual yang paling enak gak?

Anyway... setelah hampir seminggu melakukannya, kok rasanya capek. Jadi saya bilang ke suami, mari kita pulang dan sahur di Bintaro aja. Saya uda keluar kantor jam 9 malam mulu... Nambah perjalanan sekian kilometer mondar-mandir makin capek.

Dan,.... proposal dikabulkan.

Jadi, puasa kali ini, gak repot kok :D

3 Responses so far.

  1. Yang paling akhir yang paling enak.. Mm mungkin

  2. ekalong says:

    Jeng Erma ini patut dimahkotai "ratunya bikin mudah en simpel".

    Emm...tambahin "kulitnya setebal tembok" juga d. Soalnya jarang ambil pusing kata orang. =D

    Eh. Ini pujian lohh!

  3. Erma says:

    @Ira. Yang mana? Yang ke warteg aja?

    @Eka. Oh terima kasih atas pujiannya *tebar senyum sambil dada dada bak putri Indonesia*

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -