17 September 2010

Ungkapan seorang rekan kerja beberapa saat lalu, menarik buat saya. Setidaknya mampu menghentikan tumpukan kerjaan di depan saya dan membuat saya log in ke blogger ini. Blessing in disguise.


Latar belakang dikiiit aja. Proyek kami akan berakhir Desember 2010 ini. Sang rekan kerja, yang juga anggota proyek melontarkan pertanyaan spontan pada saya:

Dia : What will you do next year Erma?
Saya : Enjoying the uncertainty of life
Dia : What a beautiful word..

Saya uda mengawang gembira aja, merasa brilian bisa menciptakan beautiful word dalam bahasa asing.

Tapi lalu dia menambahkan,

well, as long as you have a husband, that is not a problem for you, right?!

Wahahaha.... si mister ini. Saya sebenernya gak kaget dengan komentar semacam ini. Mendekati akhir Maret, ketika saya bilang saya akan off duty selama 2 bulan, tak bekerja, tak berpenghasilan, komentar dari rekan kerja lainnya adalah *bukan si mister* "iyalah.... kan pengeluaran jadi tanggungan suami". Aihhhh....

Bukan tempatnya kali ya, mengalihkan pembahasan-seriyus-demi-kemaslahatan-umat mengenai topik perencanaan evakuasi tsunami, menjadi topik enak-aja-lo-fitnah-gue-gak-punya-duit-sendiri di kantor ini*halah apa seeeh Erma*.

Nah berhubung rasanya gak semua orang bisa memahami dan menerima fakta bahwa bersuami atau tidak, saya sudah mencita-citakan punya dana darurat/emergency fund, maka menulislah saya disini. Dana ini disiapkan sejak masa-masa berpenghasilan. Disisihkan dari godaan nyalon, beli baju, beli buku berlebihan. Makin lama periode berpenghasilan, makin banyak juga dong stok dana daruratnya. Teorinya, makin lama pula saya bisa off duty tanpa khawatir kelaparan. Kesempatan off duty ini menurut saya adalah kemewahan yang tidak semua orang sadari. Di masa-masa ini, saya bisa istirahat dari rutinitas bangun pagi pulang malem 5 hari dalam seminggu. Bisa ngelakuin apa-apa yang jadi hobi, atau bahkan yang ingin dijadikan hobi. Bisa jalan-jalan tanpa berantem rebutan jatah cuti. Bisa bikin iri orang yang sedang (capek-capek) bekerja. Hehehehe. Di masa off duty ini tadinya saya merencanakan untuk membuat rencana kehidupan *halah bahasanya*. Mau melakukan apa setelah ini, mau kerja lagi apa enggak, kalo kerja lagi mau ngerjain apa, mau kantor yang kayak gimana.

Eniwe, libur 2 bulan kemaren memang saya gak sempat menjalankan rencana bikin rencana ini, karena itu saya sudah menanti masa liburan selanjutnya mulai dari awal tahun depan.

Sebenarnya, fitnah si rekan kerja bahwa pengeluaran saya pada masa off duty ini diambil alih oleh suami yang mau saya luruskan. Hanya karena saya wanita, maka bukan berarti saya gak bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri dong. Dan hanya karena saya wanita, maka artinya saya menggantungkan diri saya pada tangan (dan dompet) suami. Aih... harga diri chuyyyy! Harga diri untuk bisa berdiri di kaki sendiri. Bangga banget rasanya.

Jadi, tips buat yang mau istirahat/leyeh-leyeh/santai-santai/gak kerja tapi gak stres juga siapin dananya dari sekarang. Its worth the money. Seriously!

7 Responses so far.

  1. oooooo *menyambung dari twitter*

  2. heny says:

    serius banget ma??? :-D

    tapi gue setuju dgn " Harga diri untuk bisa berdiri di kaki sendiri. Bangga banget rasanya..." ... J E M P O L !!!

  3. Winy says:

    setuju bahwa kita harus punya penghasilan sendiri, jangan sampe engga. tapi sekaligus, saya juga sedang menikmati proses "dinafkahi", hehe...

  4. Erma says:

    @Ira. Iiiii

    @Heny. Kesambet setan serius nih Hen :D

    @Winy. Cieh yang dinafkahi ;)

  5. ekalong says:

    =)
    Nikmati saja apa yg sdg dijalani. Krn kalo lg bediri di A, trus ngiri ke B, jd ga bs nikmatin saat2 sedang di A. Pas udah di B, baru ngiri ke A. =P
    Eh, ini bukan nyuruh mba erma loh..
    Ini hasil kontemplasi ku... hehehe

    Btw kemarin pas tau latar belakang mba cuti 2 bulan, jd (dikit) nyesel kenapa ga memanfaatkan posisi saya yg jg mirip (dikit) kayak gitu namun kurang kecerdasan emosional. =)
    *diawali dgn senyum, diakhiri dgn senyum

  6. Aiiih. Gue makin suka deh tulisan2nya Mbak Erma. Renyah!
    *lo kata kerupuk udang??

  7. Erma says:

    @Eka. Kecerdasan emosional, bahasanya menn..... :p

    @Yasmin. Emping. Saya sukanya emping *lho kok

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -