04 November 2010

Suatu hari di bulan Agustus 2008, nasib membawa saya masuk ke sebuah proyek peningkatan kapasitas komunitas lokal untuk sistem peringatan dini tsunami. Nasib, karena saya boro-boro tau apa arti tsunami, boro-boro kenal GTZ, boro-boro tau wajah 2 orang yang mewawancarai saya waktu itu. Jadi ini nasib, kalau tidak mau dibilang kebetulan semata.


*membaca lagi postingan itu, ternyata niat bikin payet uda sejak tahun 2006*

Nasib pula yang menjadikan kontrak saya berdurasi 3 bulan saja. Menjelang 3 bulan itu berakhir, sang bos besar bilang dengan legowo "kami gak bisa menawarkan kontrak jangka panjang buat kamu, kami cuma bisa menawarkan perpanjangan 2 bulan. Kami juga gak mau kamu melepaskan kesempatan bagus yang mungkin datang dari kantor lain. Jadi silahkan sambil cari kerja lainnya tapi berikan waktu yang cukup untuk kami cari penggantimu".

Foto diatas diambil pada November 2006. Farewell pertama (dan mungkin satu-satunya) dalam proyek. Ketika saya, si anak bawang, si bukan siapa-siapa, akhirnya menemukan pekerjaan baru dengan masa kontrak lebih lama, gaji lebih banyak dan bos lebih ganteng. Ah, bukan farewell khusus buat saya kali ya. Sekedar alasan si bos buat nyobain makanan di Sambara aja kali ya. Hehehehe. *ehem, baju yang itu dulu longgarrrr sekali dipakainya*

Dan pindahlah saya ke Dharmawangsa.

Satu setengah tahun berlalu. Dan kemudian saya memutuskan untuk berhenti. Nasib lagi yang membawa saya kembali ke kantor ini. Sungguh, jika bukan nasib, apa namanya? Bagaimana bisa kita kembali ke kantor yang ditinggalkan 1,5 tahun yang lalu. Ditinggalkan dengan suka ria.

Dan kini, nasib-nasib baik episode ini memasuki akhirnya. Proyek ini akan secara resmi ditutup. Setelah beroperasi selama 4 tahun, tiba waktunya menutup proyek. Menyerahkan semua hasil kerja pada para mitra. Berharap sepenuh hati bahwa berhentinya dukungan dari negara merah-kuning-hitam tidak berarti berhenti pula upaya negara merah-putih membangun sistem yang berupaya menyelamatkan jiwa manusia jika terjadi tsunami ini. Bahkan seluruh peralatan kantor, akan berpindah tangan kepada para mitra. Entah siapa yang kelak akan menggunakan si Lennova nan enak keyboardnya namun berat ampun-ampunan ini. Entah apakah ada yang akan menggunakannya.

Dan saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada tim yang sudah berganti-ganti selama perjalanan panjang 4 tahun ini. Dari sekian banyak yang berganti, inilah yang akhirnya berada di garis akhir.


31 Desember nanti, selamat tinggal proyek.

Entah apakah akan ada nasib baik episode lainnya yang akan menyatukan kita lagi.

2 Responses so far.

  1. eh nanti kalau ada projek baru, terus saya belum kerja mau dong diajak. Kalau ngisi-ngisi tas di hotel sih.. sanggup. Motokopi bundel juga bisa.. hihi

    mau link blognya ekalong dong Ma.. via sms/DM/email pun boleh.. *lagi malas karena sedihhh.. lebai*

  2. Erma says:

    Wokeh, dicatat.

    Blognya Eka uda disms ya

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -