22 Februari 2011

Kami (saya dan suami) adalah pasangan pecinta window shopping. Dan mall. Dan jajan. Dan... eh tadi mau nulis tentang apa deh?


Oh ya. Jalan-jalan.

Dalam salah satu sesi 'liburan' di Depok kemarin, kami membahas mall mana yang 'bisa dikunjungi' malam itu. Maklum, terbiasa dengan PIM yang nauzubillah gedenya, dan Citos yang buka sampe malam, kami masih agak 'gegar budaya' saat dihadapkan dengan pilihan ITC Depok, Depok Mall, Detos, dan Margo City.

Keputusan akhirnya dijatuhkan pada.... Index dan Ace Hardware.

Eh ini mah bukan mall ya? Gak papa. Yang penting masih ada yang bisa dilihat PLUS dompet relatif aman karena disana gak jual cemilan lucu-lucu nan mahal dan barang-barang yang dijual pun lucu plus mahal *perabot gitu loh bo!*.

Waktu itu malam cerah tak berhujan, bintang bertaburan, nyamuk beterbangan. Kami pun enggan menyia-nyiakan indahnya malam ini. Berjalanlah kami keluar komplek. Eh, uda tau kan yang saya maksud dengan 'Depok' adalah Pesona Depok? Lanjut, keluar komplek belok kanan melangkahlah kami dengan gembira menyusuri jalan Margonda Raya. Ace dan Index yang adanya di seberang Depok Mall tergolong walking distance untuk kami. Di sepanjang jalan kami berdecak, "wah...ada sate padang" atau "wah.. ada nasi uduk", dan "mau coba batagor dan mendoannya kapan-kapan" sambil menyusun rencana lain kali kalau mau makan malam yang dekat cukup jalan kaki ke luar komplek.

Tibalah di Ace. Tanpa berkeringat. Eh, uda bilang kan kalo angin juga sepoi-sepoi malam itu?

Masuk juga ke Index.

Dompet aman. Gak ada yang dibeli.

Bahkan Teh Botol pengusir dahaga pun tidak.

Keluar dari Index, mau makan di Bebek Goreng H. Slamet yang lokasinya deket Hotel Bumi Wiyata. Perasaan kalau naik motor, deket deh dari puteran Index itu. Jadilah kami tetap di sisi jalan Index dan berjalan kaki menuju si Bebek. Tapi sekarang ini uda jalan sekitar 5 menit kok masih belum tampak dari kejauhan ya.

"Santai aja jalannya. Belum lapar kan?"

Lapar sih belum, putus asa iya, kata saya dalam hati.

Tapi kami tetep jalan terus.

Lah ini uda Pesona Khayangan, Bebeknya mannnaaaah?, mulai frustasi dalam hati.

Duh, bengkak gak nih kaki ntar malam, mulai khawatir (masih dalam hati).

Dan akhirnya perjalanan 'panjang' itu berakhir juga. Ketika kami akhirnya sampai di si Bebek itu.

Sampai disana, si suami bilang, "lain kali ke Margo City jalan kaki bisa nih". Hm... "gue pikir-pikir dulu deh", jawab saya.

2 Responses so far.

  1. Hah! Sudah menua. *dibalas dengan postingan gambar google map yang menunjukan rute perjalana*

    *nodong halus.. secara ga kebayang oleh si buta arah ini*

  2. Erma says:

    prihatin.. prihatin.. padahal Kakak rumahnya di Depok bukan?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -