30 Maret 2011

Beberapa hari belakangan, di rumah saya sedang heboh curhat seorang ibu yang sedang resah karena pacar anaknya. Pacar pilihan anaknya ini tidak mendapat 'restu' dari sang ibu. Pada seseorang, sang ibu menyatakan keberatannya disebabkan oleh faktor suku. Ehem, iya suku. Sang ibu mempercayai bahwa wanita-wanita dari suku-suku X cenderung punya perilaku yang berpotensi merugikan suaminya di kemudian hari.


Di sisi lain, sang anak curhat pada seseorang bahwa keberatan sang ibu didasarkan pada faktor pendidikan. Sang anak yang S1 dirasa pantas mendapatkan (calon) jodoh yang S1 juga. Nah pilihan hati sang anak ini 'hanya' lulus SMA saja.

Kalau surga di bawah telapak kaki ibu, apa artinya sang anak harus mengikuti 'pilihan' sang ibu?

Bagaimana kalau sang pacar yang sekarang ini sudah membuktikan cintanya sejak tahunan lalu? Saat sang pria kuliah dengan uang saku pas-pasan, sang wanita yang kala itu sudah bekerja lah yang mensubsidinya.

Kalau surga di bawah telapak kaki ibu, apakah dengan bertahan mengikuti pilihan hatinya, sang anak jadi anak durhaka?

Soal jodoh mnejodoh ini rasanya memang rawan jadi konflik anak-ibu. Di kasus lain ada ibu yang tak merestui pilihan sang anak karena asalnya dari suku Y, namun memberi restu pada pilihan anak yang berbeda agama. Seorang teman wanita saya pernah patah hati karena hubungan yang sedang manis-manisnya dengan sang pacar harus kandas karena mereka berbeda suku.

Nah, buat kalian yang sudah punya anak, atau berencana punya anak suatu hari nanti, jodoh seperti apa yang kalian inginkan untuk anak (-anak) anda kelak?

3 Responses so far.

  1. keblug says:

    IMHO, sebagian besar ibu2 yg 'pemilih' klo nyari mantu perempuan itu krn budaya di indonesia nih, rata2 klo cowok udah kawin, kecenderungannya jadi kayak masuk ke keluarga cewek... makanya mereka nyari yg sesuku aja, or yg rumahnya deket2 ajah :)

  2. Kalau anak gw? masalah suku ga masalah kali ya. hari gini.. udah banyak campurannya. Masalah pendidikan? matter sih. soalnya yg ngedidik cucu kan emaknya nanti. Gimana bisa ngejelasin ke anak kalau emaknya ga pernah belajar itu. yang lebih penting sih agamanya. ga kebayang punya mantu tukang dugem, minum2, dsbnya gitu.

    *banyak aja ya urusannya* sigh

  3. Erma says:

    @keblug. Eh gue pernah denger ibu2 yang bilang pengen punya mantu yang dari daerah jauh jadi bisa sekalian jalan-jalan hehehe.

    @Ira. Misal ada cewe yang suka dugem, suka minum-minum, tp dia juga pintar, sabar, pengertian. Boleh gak jadi istrinya Nandra? Hihihi

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -