31 Maret 2011

Setelah meninggalkan kampus tahun 2005 lalu, dan sempat belajar bahasa Jerman tahun lalu, sekarang saya merasakan fase belajar lagi. Belajar jahit.


Selama ini saya tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk jadi pelajar formal. Beberapa orang memulai pekerjaan barunya dengan training, ada juga yang harus ikut diklat. Saya cukup beruntung tidak harus melaluinya. Eh, ini keberuntungan atau ketidakberuntungan ya?

Anyway, kembali ke soal belajar Di tempat belajar sekarang, ada berbagai murid dengan macam-macam latar belakang, motif, dan gaya belajar. Dengan kelas yang didominasi wanita, pria-pria disini tergolong pendiam, belajar (sambil bekerja) tanpa suara. Yang berhasil kedengeran cuma suara pas pamitan mau pulang aja. Wanita-wanitanya lebih beragam. Ada ibu muda yang bisa datang belajar kalau anakanya sedang sekolah dan pulang pas anaknya juga pulang sekolah. Ada yang belajar jahit sebelum pergi bekerja. Ada yang belajar sore ketika sudah selesai mengajar di TPA.

Gaya belajarnya juga beda-beda. Ada yang diam-diam menghanyutkan, sehari selesai satu baju. Ada yang senengnya nanya ama fellow student daripada ama gurunya, ada yang selalu membuka sesi belajar dengan sekeping cerita tentang hidupnya.

Ada yang bisa nebak gak, gaya belajar saya bagaimana?

2 Responses so far.

  1. lu yang diam-diam menghanyutkan, bukan?

  2. Erma says:

    salah. gue gak ada diatas. gue kan rendah hati orangnya... gak mau diekspos. hahaha.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -