23 Juni 2011

Jadi kolektor, butuh kesabaran dan ketekunan. Sesuatu yang... kayaknya bukan gue banget hehehe.


Waktu kecil dulu, salah satu saudara sepupu pernah ngajakin koleksi perangko. Kan happening bener tuh pada zamannya. Dia bilang, suratin aja orang-orang yang ada di majalah Bobo, yang nulis hobinya koresponden. Saya agak-agak gimanaa gitu disuruh nyuratin orang yang gak kenal. Musti mikir dulu, nulis tentang apa? Masak tentang cuaca? Etapi saya dapat durian runtuh, karena salah seorang tetangga saya punya stok perangko dari berbagai negara dan bersedia mewariskannya pada saya. Dia sih karena punya kenalan di beberapa negara, plus pernah ikut Om nya yang jadi dubes di somewhere out there. Merasa diatas angin, karena saudara saya boro-boro dapat kenalan di luar negeri, lha wong bahasa Inggris aja waktu itu belum belajar. Maklum anak SD. Setelah itu, misi mengumpulkan perangko pun gugur.

Usaha mengoleksi berikutnya, jatuh pada:

Pensil.

Lha kok pensil?

Jadi, dalam salah satu hadiah ulang tahun saya yang ke berapa entah lupa, ada yang menghadiahi satu set alat tulis. Di dalamnya, ada pensil yang bentuknya segi tiga. Ini pensil kayu itu loh. Yang lapisannya beraneka warna nan lucu-lucu. Bentar saya potret deh punya saya.

Eh maap. Kameranya belon di charge *alesan*. Saya browsing-in aja ya.

Etapi bukan yang polos tak berhias macam ini ya. Setelahnya, saya kembali dapat hadiah seperangkat alat tulis dari salah satu teman sekolah saya (yang bapaknya jualan alat tulis), sehingga makin banyak lah stok yang saya punya. Diterusin sampe dapat 24 pc *eh ini uda banyak apa belum ya itungannya?*. Lalu saya mikir, kok gak bisa dipamerin ya koleksi ini. Mau dipake sayang. Nanti lah saya wariskan aja ama anak kalo uda waktunya dia menulis *cieeehhh gue*.

Okeh. Pensil berlalu. Kemudian saya berencana mengoleksi bungkus kado, again, itu nge-hit banget loh, pada zamannya. Etapi, agak males juga nyimpennya di rumah, jadi saya akalin dengan menggunting potongan kecil kertas kado itu aja.Palingan sekitar 10x 10 cm. Jadi uda keliatan motifnya. Koleksian begini gampang dapetnya. Tinggal sering-sering aja bantuin temen yang ulang tahun, ngebukain kado-kadonya. Terus mengajukan diri untuk ngeberesin sampah-sampah yang berserakan, hehehe. Setelah dapat sekitar 20an lembar, saya kembali membosan. "Ini kan gak bisa dipamerin ke orang!", pikir saya.

Dan lalu saya berhenti mengoleksi.

Sampai beberapa bulan lalu, saya moto ini:


Berhubung jumlahnya banyak *ini yang berserakan aja, yang masih rapi belum dibuka dari plastiknya juga ada*, untuk berlindung dari statement "berlebihan", marilah kita namakan ini KOLEKSI. Gimana? Setuju? Hehehe.

Edisi berikutnya tentang bros-bros nan lucu ini.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -