24 Juni 2011

Masih ingat foto ini?


Bersama dengan jilbab yang saya pakai, ada beberapa bros yang biasanya ikut 'nempel' di badan saya. Biasanya satu. Dan maksimal saya batasi dua saja. Keramean kali kalo kebanyakan. Ya tho?! Meski sebagian besar bros ini saya beli paska make jilbab, ada beberapa yang uda saya miliki sejak dahulu kala.

Si kelinci ini adalah koleksi jadul. Kayakyna uda ada di rumah saya sejak saya SD. Sempat dipakai di kerah seragam. Sekarang uda gak bisa dipakai karena jarumnya sudah tumpul dan berkarat. Tapi dibuang sayang.

Kupu-kupu ini juga koleksi jadul. Warnanya yang dulu keemasan, sudah pudar.

Waktu masih kuliah dulu, di gang Kober ada yang jualan bros kecil-kecil gini. Harganya Rp 2.000/3 pc kalo gak salah. Saya sempat punya sekitar 6-8 pc berbagai warna nyocokin warna jilbab, tapi ajaibnya kok hanya ini yang bersisa ya? Sekarang kayaknya uda gak ada yang jualan ini deh.


Ehm, paycheck tiap bulannya gak afdol kalo gak dilengkapi pin ini dong, hehehe. Btw, sekarang uda ganti nama jadi GIZ, kira-kira bikin pin versi baru gak ya?


Dan kantor di atas, membawa saya pergi naik pesawat menyeberangi lautan *norak* ke Pantai Senggigi. Di sana, saya dan teman-teman mengganas beli bros mutiara. Dengan harga satuan yang sama, prinsip ogah rugi kami menyatakan bahwa kami perlu beli bros dengan jumlah 'mutiara' yang banyak. Dan inilah jenis dengan mutiara terbanyak yang bisa saya temukan, hehehe.

Dengan jumlah mutiara lebih sedikit, tapi teteppp lebih dari satu.

Saking ogah ruginya, beli versi mawar sampe beberapa jenis gini.

Perjalanan berikutnya (yang hanya melintas gunung) membawa saya ke koleksi bros 'perak'. Entah berapa persen deh kandungan peraknya, secara harganya juga cuma belasan ribu rupiah.

Mantan bos di kantor pelat merah yang dapat undangan seminar di Kanada, membawakan saya ini ketika pulang. Yippi... Bros dari luar negeri! *padahal bros-bros lainnya juga mungkin buatan luar negeri, MADE IN CHINA hahaha*.


Temen saya yang mudik ke Lombok memberi oleh-oleh bros (yang harusnya bermutiara tapi uda copot mutiaranya) ini. Tapi tetep layak pakai kan.


Nah gambar terakhir dari edisi ini, saya gak tau dapatnya dari mana. Mungkin dari tetangga yang punya Om duta besar itu. Seingat saya, dia yang suka ngasih barang-barang 'luar negeri'.


Sekian edisi pamer kali ini.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -