29 Agustus 2011

Ramadhan ini, penggunaan dapur di rumah saya meningkat pesat. Dari yang normalnya hanya saat bikin minuman hangat di pagi hari, menjadi rata-rata 2 kali sehari dengan durasi masing-masing 1-2 jam.

Sekali turun ke dapur, ya jangan nanggung, demikian motto saya. Jangan nanggung ini berarti masak nasi+sayur+lauk setiap harinya. Oh, plus satu teko teh teh manis (berkapasitas 3 gelas). Jangan nanggung ini juga berarti 2 set menu berbeda untuk sahur dan buka. Jangan nanggung meskipun peralatan nanggung. Lha gimana, kompornya cuma satu tungku (jadi masaknya bergiliran), tabung gas cuma 1 (jadi ketar-ketir gas abis di tengah-tengah sesi masak). Etapi hingga akhir ramadhan so far so good lah. Emang masakannya belum secanggih restoran, tapi udah eatable lah.

Setiap masak, dibikin cuma buat 3 porsi jadi langsung abis sekali makan. Ahem... Nyuci piringnya jadi rajin deh, secara itu panci dan penggorengan yang mau dipake lagi kan harus dicuci dulu. Tapi enka juga karena belanja bisa sekalian, dan menunya beda dengan makan di luar. Tentunya supaya gak bosen, sekali seminggu gak papa ah beli di luar. Dan sekali seminggu kami juga mengangkut masakan mertua yang porsinya sengaja dibuat berlebih biar anak-anaknya bisa ngebungkus. Teorinya, secara finansial, masak sendiri ini lebih hemat daripada 100% makan di luar. Teorinya, karena bulan ini saya gak nyatet pengeluaran harian. Nanti lah dicek totalnya aja dari debit dan tagihan KK.

Nah, dengan berakhirnya ramadhan, saya belum memutuskan apakah akan melanjutkan kegiatan memasak ini. Karena oh karena, mau jahit lagi. Jahitanku terlantar. Ihiks.

Published with Blogger-droid v1.7.4

2 Responses so far.

  1. Rajin!!! Gw sekali masak biasanya buat seharian. Males masak dua kali.. kalau habis sebelum makan ya udah. beli.. hihi... Dan ga doyan cuci piringnya. :))

  2. Erma says:

    Model begitu dicela ama suami, kurang pariatip katanya

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -