30 Oktober 2011

Malam minggu ini saya dan suami mendatangi Pondok Indah Mall. Lokasi yang cuma lima menit perjalanan dari Bintaro ini berubah menjadi satu jam perjalanan karena kami berangkat dari Depok. Memasuki parkiran motor, kami agak heran dengan antusiasme *aih..bahasanya* para pengunjung PIM. Parkiran mobil ngantri. Parkiran motor penuh.


"Pasti ada midnight sale nih. Pasti!", jawab saya pada suami yang heran melihat keramaian PIM.

Dan saya benar. Memang ada Nite Sale yang dimulai pukul sembilan. Jarum pendek jam tangan saya ada di angka delapan waktu kami tiba.

Hampir semua tenant di dalam PIM ketiban rezeki dari kunjungan membludak ini. Bakmi GM memanggil-manggil para pengantri yang sudah mencapai angka 62. Secret Recipe ramai oleh orang yang makan (padahal kan disini jagoannya cheesecake). Minuman Bubble *lupa namanya* punya antrian yang cukup panjang juga.

Saya masih saja takjub dengan antusiasme orang menghadapi diskon ini. Padahal diskon semacam ini kan bukan sekali setahun diadakan. Pasti sering. Apalagi akhir tahun begini, adaaaa aja alasan untuk pasang tanda DISKON up to 70%. Etapi kenapa juga masih pada heboh ya? Apa warga Jakarta memang uangnya gak kunjung habis? Sehingga selalu ada cara menghabiskan uang.

Saya selalu merasa, kalau sudah masuk dunia bisnis segala sesuatu pasti sudah dihitung dengan matang supaya keuntungan selalu didapat. Diskon, menurut saya, bukanlah hal yang diciptakan penjual untuk menguntungkan pembelinya. Penerima untung terbesar, pasti tetap sang penjual. Saya selalu curiga dengan barang-barang yang sudah didiskon. Bincang-bincang dengan teman, ada yang ngasih tau bahwa yang didiskon adalah barang stok lama atau *ehm* cacat. Nah, kalau barang stok lama bisa didiskon sampai 70%, saya rasa bahkan dengan harga setelah diskon, sang penjual tetap gak perlu nombok. Pasti harga normalnya uda tinggi banget deh, atau jangan-jangan harga sebenarnya ya harga diskon itu. Ha ha ha. Toko buku terbesar itu, juga mengeluarkan stok barangnya yang didiskon 70%. Tapi kalau ini saya lihat memang stoknya terbatas (jadi sambil ngabisin) atau kebetulan bukunya agak rusyak dikit. Buktinya saya asyik baca buku tentang Fashion Design hardcover yang harga aslinya 450.000. Ada kelupas sedikit di sampul belakang buku ini. Iseng saya datangi rak yang tidak diskon, saya mendapati bahwa buku yang sama yang masih dibungkus plastik dipasang harga 418.000.

Satu lagi keuntungan penjual dari acara diskon seperti ini adalah, ada kemungkinan yang besar sekali pembeli akan tergoda juga untuk membeli barang-barang yang tidak didiskon. Jadilah stok lama habis, stok baru pun terjual. Hayo...siapa yang untung?

Jadi pesan saya, jangan mudah tergoda dengan diskon. Pertama pikir lagi, apakah barang (diskon) yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan saat ini? Kalau bermanfaat sih saya yakin ada manfaatnya. Tapi apa iya bener-bener butuh? TV LED 40 inch sih emang pasti bermanfaat buat hiburan kalau sudah dipasang. Tapi apa bener dibutuhkan sekarang? Kalau sudah punya TV 32 inch, apa uda butuh yang 40 inch? Kedua, periksa benar-benar kualitas barang (diskon) yang akan dibeli. Pastikan tidak ada cacat yang akan merugikan anda. Iseng nanya ke penjualnya kenapa barang ini didiskon juga boleh dicoba. Memang tidak ada jaminan sang penjual akan jujur menjawab sih, tapi kan yang penting kita sudah usaha. Gimana kalau barang yang ditaksir tidak didiskon? Saran saya sih, kalau tidak diskon, beli sekarang dan bulan depan kan gak ada bedanya. Malah kemungkinan besar harganya turun (bukan rumah atau apartemen kan yang mau dibeli? Kalau itu kan hampir pasti harganya akan naik). Jadi pulang dulu, pikirin lagi apa bener-bener butuh, apa bener-bener mau dibeli. Kalau jawabannya iya, tinggal balik lagi kan.

Selamat belanja!

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -