21 November 2011

Kami punya seorang keponakan. Arkan namanya. Ayahnya Arkan adalah kakak suami. Mereka rutin berkunjung ke rumah mertua pada akhir pekan, dan untuk melengkapi huru-hara, kami pun menyamakan jadwal kunjungan kami ke mertua.

Awalnya Plant vs Zombie lah yang rajin dimainkan Arkan menggunakan laptop ayahnya. Hingga suami mendengar Angry Birds, mendownload, dan memasangnya di Ipod saya. Begitu melihat ada mainan yang bisa bereaksi langsung dari sentuhan di layar, Arkan pun pindah ke lain hati. Di usia 3 tahun Arkan sudah tau hubungan antara tanda kecil di layar notebook dengan gerakan tangan pada mouse. Tapi tentu saja sensasi layar sentuh lebih menarik. Jadilah setiap kami datang, sapaannya pada kami adalah, "main buwung yuk tante Ema" *ih kok jadi saru ya*. Eh uda pada tau kan kalo Angry Birds itu tokohnya burung bulat-bulat berwarna-warni?

Sebegitu mudahnya cara menggunakan Ipod hingga tidak lama Arkan sudah bisa membuka slide lock, mencoba game lain yang ada disana, sampai membuka gallery foto dan memandangi foto-foto tantenya yang jelita disana.

Beberapa minggu tidak bertemu, sapaan Arkan pada kami berubah jadi, "main Ipad yuk tante Ema". Saya kira Ayah Ibunya akhirnya beli Ipad. Tapi ternyata main buwung = main Ipad. Eh salah edukasi nih kayaknya ibunya. Daripada saya dikira beneran punya Ipad, saya benerin dong pengucapannya. "AY POT!", saya berusaha mengajari. Yang keluar dari mulut Arkan tetap AY PET. Dipaksa terus dengan ancaman gak dikasih pinjem kalau ngomongnya belum bener, pengucapannya berubah jadi AY POP. Susah amat ya. Akhirnya daripada disebut AY POP, saya biarin aja lah dia sebut Ipod Touch jadul saya sebagai AY PET. Sapa tau jadi doa, dan saya ketiban rezeki dapat Ipad beneran. Gratis.

Published with Blogger-droid v1.7.4

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -