11 Januari 2012

Harus ditulis sebelum lupa.


Akhir-akhir ini, setiap kali saya merasa hari yang saya lalui melelahkan, besoknya my day is better. Entah itu jalanan mendadak gak macet. Atau durasi perjalanan ke kantor yang biasanya 2 jam dengan ajaibnya berubah menjadi 1 jam 15 menit. Atau dengan ajaib dapat tempat duduk di busway. Atau ada yang bawa makanan di kantor. Kan jadi gak bisa mengeluh lagi ya *nyengir*.

Semenjak awal bulan lalu, rutinitas hari kerja saya meliputi perjalanan dari ujung Depok ke ujung Kemayoran (hingga akhir Desember) dan perjalanan dari ujung Bintaro ke ujung Kemayoran. Waktu masih berangkat dari Depok, KRL Commuter Line jadi andalan. Biar deh berdiri, asal di gerbong khusus wanita. Biar deh kebawa di gerbong campuran, asal pria-pria di dalamnya jinak. Biar deh nyambung lagi dari stasiun, asal ada bajaj. Biar deh naik bajaj tiap hari, asal uda masuk budget. Bahkan dengan Commuter Line, waktu tempuh Depok-Kemayoran ada di kisaran 2 jam. Lima belas menit jalan kaki dari rumah ke stasiun, 15 menit toleransi nunggu kereta kalau kereta yang lewat penuh banget, 45 menit perjalanan di kereta, 15 menit ngebajaj dari stasiun ke kantor. Dua jam tuh.

Ketika balik ke Bintaro, aslinya banyak rute yang bisa saya elaborasi. Naik KRL juga dari Pondok Ranji, atau naik busway jalur Lebak Bulus, atau naik busway jalur Blok M. Sejauh ini KRL nya belum sempat dicoba. Nah perjalanan ini banyak sekali 'godaannya'. Dari yang macet nanggung di deket rumah, atau busway yang kemarin kosong kok sekarang penuh, atau antrian puanjang bener banyak srobotan di halte. Perjalanan pulang lebih ajaib lagi deh. Kalo naik busway Lebak Bulus, itu antrian di Harmoni uda intimidatif banget. Saya paling sebel ama antrian panjang yang masih bisa diselak. Hasratnya uda pengen nyepak aja *preman mode ON*. Kalo naik busway Blok M, perjalanan dari Blok M ke Bintaro yang bikin hasrat pengen maraton jalan kaki muncul. Walhasil tiap sampe rumah bawaannya uda capek dan ngantuk. Padahal pulangnya gak selarut dulu waktu di Menara BCA. Etapi, ajaibnya setiap kali saya merasa "why oh why...ngantornya ke Kemayoran" tapi besoknya masih keukeh berangkat, my day is better. Berangkat dapat busway yang baru muter, jadi duduk dengan manis riang gembira. Hari lain, jalanan Bintaro ke Kebayoran yang macet mendadak gak macet. Hari lain, durasi perjalanan secara ajaib berkurang. Hari lain, memutuskan kerja di rumah dan ternyata sorenya hujan badai macet menggila di tengah kota.

Kalau sudah begini, bagaimana mau mengeluh lagi?

*alim mode ON*

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -