20 Februari 2012

Menyadari bahwa daya ingat saya terbatas, saya mencatat hutang puasa saya di ponsel. Bak mencatat ulang tahun, saya tandai hari-hari dimana saya tak berpuasa.

Lalu saya ganti ponsel.

Dan yang saya pindahkan cuma buku alamatnya.

Lalu sepupu saya ngasih tau kalau dia mau nikah. Abis Lebaran. Tanggal 24 Agustus.

Hah? Agustus uda lebaran? Jadi puasanya bulan Juli? Nasib jadi kuli Jerman, dikasihnya kalender Jerman, ya gak ada lebarannya. Merencanakan kegiatan juga bareng bule atau 'setengah bule' (karena rambutnya yang kaya bule ngomongnya uda mirip bule).

Kembali ke hutang puasa.

Karena catatannya lenyap, saya bulatkan saja ke jumlah hari maksimal. Bukan 30 hari. Emangnya saya ibu menyusui. Tujuh hari.

Beberapa minggu lalu baru sempat bayar satu hari, lalu ke luar kota *alesan*. Lalu pelatihan *alesan kuadrat*. Dan hari ini akan bayar yang kedua.

Daripada lupa, dicatat di blog aja.

Published with Blogger-droid v2.0.3

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -