12 Maret 2012

No Complaint Week. Apaan tuh?


Dari judulnya aja harusnya sudah bisa diduga kan apa isinya. Pembaca blog saya kan pinter-pinter. Siapa dulu dong penulisnya *lah kok jadi muji diri sendiri*.

Sambil 'memaksa' diri sendiri untuk lebih rajin nulis disini, gerakan ini adalah alasan tepat supaya saya bisa update apa yang terjadi setiap hari.

Berhubung hari pertama ini baru berjalan 10 jam 43 menit waktu indonesia bagian laptop kantornya Erma, sebenarnya hari pertama belumlah berakhir. Etapi mumpung lagi semangat, ya gapapa dong ah ditulis sekarang. Mumpung sudah ada dua kejadian. Hah? Belum 11 jam sudah ada dua kejadian? Apa yang akan terjadi selama 24 jam?

Jam 4 pagi tadi, alarm di ponsel suami berbunyi. Bukan suara lagu nan merdu yang bisa diabaikan sehingga malah jadi nina bobo, tapi suara alarm ala jam beker yang perlu dipencet untuk matiinnya. Dan suami saya ini rajin masang alarm, tapi kurang rajin matiinnya. Merasa terganggu, saya 'sepak' suami biar dia bangun dan matiin alarm. Eh ternyata dia bilang, "sekarang jam 4, jadi sahur gak?". Owh... ternyata ini alarm yang dinyalakannya supaya saya bisa sahur. Aw... co cuitttttt *disorakin pembaca*. Tuh, kalo keburu ngomel-ngomel kan saya yang rugi sendiri. Ya gak? Ya kan?! Ya dong!

Antara jam 9 dan 10, dalam perjalanan menuju tempat mencari nafkah nun jauh di Kemayoran saya sudah berancang-ancang untuk kirim email, atau sms, atau mendatangi langsung seorang mitra kerja untuk mengingatkan dia akan janjinya memberikan masukan pada dokumen yang telah saya berikan kepadanya minggu lalu. Minggu lalu sih bilangnya Jumat mau kirim balik ke saya. Nah, di jalan itu, saya mikir metode apa gitu yang pas untuk 'mengintimidasi' orang ini. Berhubung saya perlu banget masukan dari dia, tapi saya gak bisa kelamaan juga nungguin, tapi saya juga bukan siapa-siapa yang bisa kasih perintah, dan tapi-tapi lainnya. Etapi *ih, ada tapi lagi* jalanan yang lancar rasanya sayang buat dipakai untuk meyusun rencana 'intimidasi' orang, jadi saya pilih baca Supernova (yang Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) aja. Sampai kantor, saya mendapati bahwa orang ini, sudah mengirimkan masukannya dalam sebuah USB flashdisk. Isinya lengkap kap kap. Nah... untung kan, saya gak menghabiskan beberapa menit (atau bahkan jam) untuk mikirin modus operasi. Lha wong dalam menit-menit itu mungkin saja itu file sudah duduk manis di meja saya.

Jadi, (setengah) hari pertama, not bad lahhh.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -